Dark/Light Mode

Republikorp Dan Baykar Kembangkan Pesawat Tempur Nirawak

Kamis, 7 Mei 2026 18:42 WIB
Ilustrasi pesawat tempur nirawak Bayraktar KIZILELMA yang dikembangkan melalui kerja sama Republikorp Group dan Baykar untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia-Turki.
Ilustrasi pesawat tempur nirawak Bayraktar KIZILELMA yang dikembangkan melalui kerja sama Republikorp Group dan Baykar untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia-Turki.

RM.id  Rakyat Merdeka - Republikorp Group dan Baykar kembali memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Türkiye melalui penandatanganan perjanjian pengembangan pesawat tempur nirawak Bayraktar KIZILELMA atau Unmanned Combat Aircraft (UCAV) pada ajang SAHA 2026 di İstanbul, Kamis (7/5/2026).

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Joint Venture Agreement (JVA) yang dimulai sejak 2025 untuk produksi lokal Bayraktar TB3 dan Bayraktar AKINCI di Indonesia. Kini, kemitraan diperluas menuju pembangunan ekosistem industri dirgantara berkelanjutan dan pengembangan UCAV generasi baru.

Baca juga : Republikorp Dan Baykar Kembangkan Bayraktar KIZILELMA

Melalui kolaborasi antara Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara, pengembangan operasional Bayraktar KIZILELMA ditargetkan memperkuat kemampuan drone tempur nirawak Indonesia mulai 2028. Kerja sama tersebut mencakup transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO), pusat produksi dan integrasi lokal, sertifikasi tenaga ahli, hingga riset teknologi strategis masa depan.

Chairman Republikorp Group, Norman Joesoef, menegaskan, “Bersama Baykar, kami membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang berkelanjutan, mulai dari produksi, maintenance, pengembangan SDM, hingga riset teknologi masa depan.”

Baca juga : Kemenkop Pastikan Program Pengembangan Koperasi Tetap Jadi Prioritas

CEO Baykar, Haluk Bayraktar, juga menekankan pentingnya kemitraan ini, “Pengembangan Bayraktar KIZILELMA menjadi tonggak baru dalam hubungan strategis Indonesia dan Türkiye,” ujarnya.

Kerja sama ini menandai transformasi hubungan Indonesia–Türkiye menjadi kemitraan strategis industri pertahanan yang berorientasi pada transfer teknologi, pembangunan kapasitas nasional, dan inovasi industri pertahanan masa depan.

Baca juga : Di Rakorwil PSI di Jayapura, Kaesang Sebut Jokowi Akan Datang ke Papua

Republikorp menyatakan komitmennya untuk terus mendorong penguatan industri pertahanan nasional melalui kerja sama dengan produsen dan pemilik teknologi internasional. Langkah tersebut dilakukan dengan membangun lini produksi di dalam negeri melalui skema joint venture guna mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Sebagai informasi, Baykar merupakan perusahaan teknologi pertahanan dan kedirgantaraan asal Türkiye yang dikenal sebagai pengembang UAV dan UCAV modern, termasuk Bayraktar TB2, AKINCI, TB3, dan KIZILELMA. Perusahaan tersebut berfokus pada inovasi sistem tanpa awak generasi baru serta kerja sama internasional berbasis transfer teknologi dan pengembangan kapasitas industri lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.