Dark/Light Mode

Pertagas Resmi Jadi Operator Cisem II, Perkuat Ketahanan Energi

Jumat, 8 Mei 2026 11:41 WIB
Foto: Pertagas
Foto: Pertagas

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Gas (Pertagas) resmi ditetapkan sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II) setelah memenangkan tender pemilihan mitra yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui LEMIGAS pada April 2026.

Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring mengatakan, penunjukan tersebut memperkuat peran perusahaan dalam mendukung integrasi infrastruktur gas bumi nasional serta ketahanan energi Indonesia.

“Pertagas telah memiliki pengalaman sebagai operator Pipa Cisem I sejak tahun 2023, sehingga kami meyakini kompetensi dan pengalaman yang dimiliki menunjukkan kesiapan untuk mengoperasikan seluruh jaringan pipa tersebut,” ujar Indra dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Baca juga : Gubernur Fakhiri Panen Raya Jagung Di Keerom, Papua Genjot Kemandirian Pangan

Pipa Cisem II merupakan bagian dari proyek Pipa Transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) yang sebelumnya telah beroperasi pada ruas Semarang-Batang atau Cisem I.

Menurut Indra, keberadaan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan andal menjadi kunci percepatan transisi energi nasional berbasis gas bumi yang lebih bersih.

“Energi yang disalurkan melalui pipa Cisem ini akan menjawab kebutuhan industri dan berbagai sektor lainnya atas energi yang bersih, memberikan nilai tambah sektor hulu migas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Baca juga : Tiba Di Manila, Prabowo Akan Bicara Ketahanan Energi

Ia menjelaskan, Pipa Cisem II sepanjang sekitar 242 kilometer menjadi penghubung strategis dengan infrastruktur eksisting Pertagas di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sehingga memperkuat keandalan penyaluran energi di Pulau Jawa.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo mengatakan jaringan Pipa Cisem II saat ini telah terintegrasi dengan ruas Pipa Cisem I di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, serta Stasiun Kandang Haur Timur (KHT) milik Pertagas di Jawa Barat.

“Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terintegrasi serta memberikan fleksibilitas pengoperasian dan keandalan infrastruktur gas bumi,” ujar Agung.

Baca juga : Hadapi Karhutla 2026, APP Group Perkuat Deteksi Dini dan Sinergi

Menurut dia, integrasi jaringan transmisi gas bumi nasional tersebut tidak hanya memperkuat pasokan energi bagi sektor strategis seperti kilang, industri pupuk, dan pembangkit listrik, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam pengembangan jaringan gas rumah tangga dan UMKM di sepanjang jalur pipa.

Pertagas menyatakan akan terus mendukung program integrasi infrastruktur transmisi gas bumi nasional guna meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, perusahaan juga berkomitmen memperkuat optimalisasi penggunaan gas bumi sebagai energi bersih dan andal dalam mendukung transisi energi di Indonesia serta target swasembada energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.