Dark/Light Mode

Bertemu PM Belarus, Airlangga Bahas Kerja Sama Energi, Pangan Dan Konektivitas

Jumat, 15 Mei 2026 20:52 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). Dok. Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin di Minsk, Jumat (15/5/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama ekonomi, energi, pangan hingga konektivitas kedua negara.

Pertemuan digelar di sela rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus. Dalam kesempatan itu, Airlangga menegaskan Belarus merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasia Timur sekaligus pintu masuk penting menuju pasar Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Airlangga juga menyampaikan kesiapan Indonesia menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia pada awal Juli 2026.

Baca juga : Airlangga Pimpin Pertemuan RI-Rusia, Bahas Perdagangan, Energi Dan Pertanian

“Indonesia siap menyambut kunjungan delegasi bisnis Belarus dalam rangkaian kunjungan Presiden Belarus,” ujar Airlangga.

Menurut dia, saat ini kedua negara tengah mematangkan sejumlah agenda penting, termasuk penyelesaian roadmap kerja sama Indonesia-Belarus.

Dalam pertemuan itu, Airlangga menyoroti potensi Belarus dalam mendukung agenda industrialisasi dan ketahanan pangan Indonesia. Belarus diketahui memiliki basis industri manufaktur kuat dengan kontribusi sektor manufaktur mencapai sekitar 20,3 persen terhadap produk domestik bruto nasional pada 2024.

Baca juga : Digelar Pemprov Jateng, 10 Provinsi Bahas Ketahanan Pangan Dan Energi

Belarus juga dinilai unggul di bidang agroindustri dan mekanisasi pertanian dengan tingkat swasembada pangan mencapai sekitar 96 persen.

Airlangga mengatakan, pengalaman Belarus dalam teknologi pertanian diharapkan dapat membantu modernisasi sektor pertanian Indonesia sekaligus mempercepat pencapaian ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia. Ia juga mendukung pembukaan Kedutaan Besar Indonesia di Minsk guna memperlancar hubungan bilateral kedua negara.

Baca juga : Betah di Barcelona, Marcus Rashford Enggan Balik ke Man United

Kedua pihak turut membahas perkembangan Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St Petersburg.

Pemerintah Indonesia menilai kesepakatan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama ekonomi serta mendorong perdagangan yang terbuka, inklusif dan saling menguntungkan.

Dalam pertemuan itu, Airlangga turut didampingi Duta Besar Indonesia untuk Rusia Jose Tavares, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.