Dark/Light Mode

Bahlil: Presiden Bawa Isu Energi Dan Pangan Di KTT ASEAN 2026

Rabu, 6 Mei 2026 14:47 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah). (Foto: Teddy Kroen/RM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah). (Foto: Teddy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan membahas isu pangan dan energi dalam KTT ASEAN 2026 yang digelar di Filipina.

“Besok, insyaallah, Bapak Presiden akan mengikuti KTT ASEAN di Filipina. Isunya ada dua, yang pertama pangan dan yang kedua energi,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, pada sektor energi, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara. Dalam konteks tersebut, komoditas nikel dinilai memiliki peran strategis karena dapat dikonversi menjadi bahan baku baterai.

Baca juga : Pelajar SMK Ibu Kartini Semarang Dan Malaysia Adu Gagasan Di IISEP 2026

“Nikel adalah salah satu komoditas energi yang bisa dikonversi untuk menjadi baterai,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang telah memiliki ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari hulu hingga hilir. Keunggulan tersebut, lanjutnya, membuka peluang kerja sama dengan negara lain di kawasan.

Bahlil menyebut Indonesia terbuka terhadap pasokan bahan baku dari negara lain, termasuk Filipina, untuk mendukung kebutuhan industri pengolahan di dalam negeri.

Baca juga : Dubes Indroyono Soesilo Hadirkan Budaya & Kuliner Nusantara Di AWET 2026

“Kalau Indonesia kekurangan bahan bakunya, bisa disuplai dari mana saja. Jadi tidak ada isu kerja sama yang lebih teknis dan spesifik,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa KTT ASEAN 2026 juga akan membahas dampak konflik global terhadap kawasan, khususnya konflik di Timur Tengah.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, mengatakan pertemuan tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 24 dokumen hasil (outcome documents), dengan fokus pada stabilitas dan ketahanan kawasan, terutama di bidang ekonomi dan pembangunan.

Baca juga : Krakatau Steel Fokus Efisiensi dan Keberlanjutan di Kuartal I 2026

Selain itu, ia menyebut perwakilan Myanmar yang hadir dalam KTT ASEAN 2026 di Cebu merupakan pejabat non-politis.

Melalui forum tersebut, negara-negara ASEAN diharapkan dapat memperkuat kerja sama kawasan dalam menghadapi tantangan global, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.