Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketahanan Energi Mendesak, IPA Convex 2026 Jadi Momentum Tingkat Produksi Migas Nasional
Minggu, 17 Mei 2026 21:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketahanan energi nasional mendesak untuk diwujudkan. Krisis energi dunia yang terjadi menyadarkan banyak negara mengenai pentingnya kemampuan memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara mandiri.
Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA), Marjolijn Wajong, memaparkan bahwa ketidakpastian geopolitik global telah menyebabkan disrupsi rantai pasok energi dunia. Akibatnya, harga minyak dunia terus melambung. “Banyak negara mengalami kesulitan energi,” paparnya Marjolijn, dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Agar terlepas dari ancaman krisis, Indonesia harus berdaulat dalam energi. Kebutuhan BBM nasional harus bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri.
Marjolijn menyatakan, IPA sudah lama berbicara mengenai pentingnya kedaulatan dan ketahanan energi nasional. Urgensi ketahanan energi itu semakin terasa sekarang, saat harga minyak dunia semakin mahal dan sulit diperoleh.
Di tengah kondisi ini, pelaksanaan The 50th IPA Convention and Exhibition 2026 (IPA Convex 2026), menjadi momentum penting untuk meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) dalam negeri. IPA Convex 2026 menjadi forum yang pas untuk meningkatkan kolaborasi mencari cadangan migas baru dan memperluas eksplorasi.
Baca juga : Kapolri Beberkan Inovasi Polri Manfaatkan Dan Tingkatkan Produksi Pertanian
Menurut Marjolijn, potensi migas Indonesia masih sangat besar. Saat ini, 50 persen cekungan migas di Indonesia belum tersentuh. Jika cekungan-cekungan itu bisa dieksplorasi, produksi migas akan meningkat pesat sehingga tidak lagi bergantung pada negara lain.
Marjolijn menerangkan, eksplorasi cekungan-cekungan tersebut tidak gampang. “Sebab, mayoritas cekungan itu berada di laut dalam dan di wilayah Indonesia Timur yang infrastrukturnya masih kurang. Butuh investasi besar untuk menggarapnya,” terangnya.
Untuk melakukan eksplorasi tersebut, lanjutnya, dibutuhkan kolaborasi semua pihak. IPA Convex 2026 menjadi wadah untuk menguatkan kolaborasi ini. Di forum tersebut, akan bertemu berbagai pihak untuk duduk bersama membicarakan langkah-langkah mencari cadangan baru dan meningkatkan produksi migas dalam negeri.
“Agar target naik lifting kita naik, harus ada lapangan baru. Dan lapangan tersebut harus besar,” terangnya.
Dibuka Presiden
IPA Convex 2026 digelar pada 20–22 Mei 2026, di ICE BSD, Tangerang. Gelaran ini mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”.
Baca juga : Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI
Ketua Panitia IPA Convex 2026, Teresita Listyani, rangkaian acara utama akan dibuka pada Rabu, 20 Mei 2026, melalui seremoni yang direncanakan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Agenda pembukaan meliputi penandatanganan sejumlah kontrak strategis, laporan Menteri ESDM, serta kunjungan VIP ke area pameran.
IPA Convex 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran (exhibitor) dan lebih dari 200 presentasi teknis (technical presentation) yang membahas berbagai isu strategis sektor energi, mulai dari eksplorasi, teknologi, transisi energi, hingga investasi hulu migas.
IPA Convex 2026 juga menghadirkan berbagai forum strategis seperti Plenary Session, Concurrent Session, dan Innovative Energy Solutions yang mempertemukan Pemerintah, perusahaan energi global, investor, hingga penyedia teknologi untuk membahas solusi menghadapi tantangan energi masa depan.
“Kami ingin IPA Convex menjadi platform yang menghasilkan kolaborasi nyata dan mendorong percepatan investasi, khususnya di sektor hulu migas Indonesia yang masih memiliki potensi sangat besar,” kata Teresita.
Pengumuman Lelang Blok Migas
Kementerian ESDM akan melelang 10 blok migas baru di gelaran IPA Convex 2026. “Sekitar 10 (blok migas). Nanti kami umumkan pada saat IPA. Akan diumumkan di sana,” terang Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Baca juga : Ketua KPK dan Wamenkum Beri Pesan Khusus di Pelantikan PERADI Profesional
Sepuluh blok tersebut tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Sepuluh blok tersebut adalah Rupat, Puri, Karapan Baru, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, South Matindok, Lao-Lao, Rombebai, dan Northern Papua/Jayapura.
Sepuluh blok tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan Kementerian ESDM pada Februari 2026. Studi terhadap 10 blok tersebut telah selesai dilakukan oleh Badan Geologi dan LEMIGAS, sehingga memiliki kualitas data yang lebih baik.
Laode menambahkan, Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru. Kemudahan yang ditawarkan antara lain ketentuan fiskal yang semakin menarik dengan split KKKS hingga 50 persen (sebelumnya hanya 15–30 persen), fleksibilitas kontrak migas (KKKS boleh memilih jenis kontrak, baik cost recovery atau gross split), insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi, dan pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya