Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
KAI Catat Pertumbuhan Angkutan Retail 82.129 Ton, Dukung Efisiensi Logistik
Senin, 18 Mei 2026 15:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan positif pada layanan angkutan retail selama Januari-April 2026.
Dalam periode tersebut, volume angkutan retail KAI mencapai 82.129 ton atau meningkat 4,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar 78.323 ton.
Jika dibandingkan Januari-April 2024 yang tercatat sebesar 66.654 ton, volume angkutan retail tumbuh 23,22 persen.
Sementara khusus pada April 2026, KAI melayani angkutan retail sebesar 21.844 ton atau naik 22,87 persen dibanding April 2025 yang mencapai 17.778 ton.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan distribusi barang yang efisien, terukur, dan mampu menjangkau berbagai wilayah secara optimal.
Baca juga : GREAT Institute: Pertumbuhan Manufaktur dan Kontraksi Listrik Tidak Bertentangan
“Kereta api semakin dipilih sebagai moda distribusi barang karena memiliki kapasitas besar, waktu tempuh yang lebih terukur, serta mendukung efisiensi biaya logistik dalam rantai pasok nasional,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Menurut Anne, penguatan angkutan logistik berbasis rel menjadi penting karena biaya logistik Indonesia saat ini masih berada di kisaran 15 hingga lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara standar global berada di kisaran 7–8 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang efisiensi yang besar bagi sektor logistik nasional. Semakin efisien biaya distribusi, semakin besar pula peluang industri nasional meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun global.
“Efisiensi logistik akan berdampak langsung pada biaya produksi industri. Ketika distribusi barang menjadi lebih efektif, maka rantai pasok nasional juga akan bergerak lebih kompetitif,” lanjutnya.
Anne menambahkan, saat ini KAI terus memperkuat kapasitas angkutan barang melalui peningkatan kemampuan sarana dan pengembangan pola distribusi berbasis rel.
Baca juga : KAI Layani 4,9 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026
Saat ini, KAI mengoperasikan gerbong dengan kapasitas rata-rata 50 ton per gerbong dan sedang ditingkatkan menjadi 70 ton. Dengan satu rangkaian hingga 60 gerbong, kapasitas angkut dapat mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan.
Selain peningkatan kapasitas, KAI juga terus mendorong integrasi layanan logistik dengan kawasan industri, pergudangan, dan pelabuhan agar distribusi barang berlangsung lebih cepat dan efisien.
Di sisi lain, Pulau Jawa masih menjadi pusat utama aktivitas logistik nasional. Sekitar 60 persen aktivitas logistik Indonesia berada di Pulau Jawa, dengan nilai biaya logistik diperkirakan mencapai Rp 2.400-Rp 2.500 triliun per tahun.
Efisiensi sebesar 30 persen saja diperkirakan dapat menghasilkan penghematan hingga sekitar Rp 1.000 triliun.
Anne menilai, angkutan barang berbasis rel memiliki peluang besar untuk memperkuat efisiensi tersebut karena mampu mengangkut barang dalam volume besar secara lebih stabil dan minim hambatan lalu lintas jalan raya.
Baca juga : Anggota Komisi IX Dukung Efisiensi Program MBG
“Dengan jaringan operasional yang luas dan kapasitas angkut yang besar, kereta api memiliki potensi besar untuk mendukung distribusi logistik nasional yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” jelas Anne.
KAI menegaskan akan terus memperkuat pengembangan layanan angkutan barang guna mendukung pertumbuhan industri dan konektivitas logistik nasional.
Optimalisasi distribusi berbasis rel diharapkan mampu mendorong efisiensi ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia ke depan.
“Semakin besar porsi distribusi barang yang berpindah ke kereta api, semakin besar juga peluang efisiensi yang dapat dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat luas,” tutup Anne.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya