Dark/Light Mode

Rupiah & IHSG Rontok, Purbaya Menepis Kekhawatiran

Selasa, 19 Mei 2026 07:50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran banyak kalangan mengenai prediksi terjadinya resesi di Indonesia. Purbaya juga memastikan bahwa nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang rontok terjadi akibat pengaruh eksternal.

Fundamental ekonomi kita kuat, satu dua hari lagi keadaan sudah lebih baik. Tak perlu khawatir. Investor asing mulai masuk lagi. Artinya tidak akan resesi," kata Purbaya kepada Rakyat Merdeka, Senin (18/5/2026). 

Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan kemarin. Rupiah dibuka melemah 0,18 persen ke level Rp 17.628 per dolar AS. Mata uang Garuda juga mencatat rekor penutupan terlemah di level Rp 17.668 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 0,4 persen dibanding penutupan sebelumnya, Jumat (15/5/2026), yang masih berada di level Rp 17.597 per dolar AS. 

Nasib serupa dialami IHSG. Pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah sebesar 94,34 poin atau 1,4 persen ke posisi 6.628,97. IHSG ditutup pada level 6.599,24 atau turun 124,08 poin atau 1,85 persen dibanding perdagangan Jumat (15/5/2026).

Sebanyak 647 saham turun, 183 stagnan, dan 129 naik. Nilai transaksi mencapai Rp 20,47 triliun, melibatkan 29,72 miliar saham dalam 2,54 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar merosot menjadi Rp 11.539 triliun. 

Baca juga : Pemerintah Terus Perkuat Pertahanan

Merespons hal tersebut, Purbaya menegaskan pelemahan rupiah saat ini berbeda dengan krisis 1997-1998. Saat itu, pemerintah salah mengambil kebijakan dan terjadi ketidakstabilan sosial-politik setelah mengalami resesi. Berbeda dengan kondisi saat ini yang ekonominya justru tumbuh kuat. 

"Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," cetus Purbaya. 

Menurut dia, pemerintah sudah ikut membantu Bank Indonesia (BI) menstabilkan rupiah. Sejak pekan lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah masuk ke pasar obligasi melalui Bond Stabilization Fund (BSF). Tujuannya agar pasar obligasi terkendali dan memperkuat rupiah dengan harapan investor yang memegang surat utang tidak menjual karena harganya turun. 

Purbaya pede instrumen ini mampu meredam pelemahan rupiah. "Asing yang pegang obligasi nggak keluar, karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun," katanya. 

Soal IHSG, Purbaya juga meminta pelaku pasar modal tetap tenang. "Teman-teman nggak usah khawatir, investor pasar saham. Kalau saya bilang nggak usah takut, serok bawah sekarang," pesannya. 

Baca juga : Digertak Netanyahu & Trump, Iran Tak Ciut

Secara analisis teknikal, kata dia, IHSG diperkirakan rebound dalam satu atau dua hari ke depan. Mengingat, terpuruknya IHSG merupakan sentimen jangka pendek, sedangkan fundamental ekonomi Indonesia dinilai sangat baik. 

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga saat ini masih stabil. Meskipun secara nilai telah menembus level Rp 17.660 per dolar AS, Perry menekankan, secara gejolak atau volatilitas, kurs rupiah masih mengalami perubahan sekitar 5,4 persen. 

"Kami cek tadi di dalam year to date sampai sekarang 5,4 persen yang mana sebenarnya masih stabil," kata Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (18/5/2026). 

Perry mengatakan, BI memang tidak pernah melihat secara khusus level atau nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada angka tertentu. Menurutnya, yang terpenting bagi BI adalah stabilitas pergerakannya. 

"Kita bicara stabilitas, bukan level. Nah yang kami dekati sekarang adalah yang kita sebut stabilitas, itulah volatilitas nilai tukar yang averagenya 20 hari," tegas Perry. 

Baca juga : Jalur Jamarat Diatur Ketat Demi Keselamatan

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta, BI menahan laju pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurutnya, BI harus melakukan langkah-langkah terukur agar rupiah kembali bergerak sesuai asumsi makro APBN 2026 di level Rp 16.500 per dolar AS. 

Hal itu dilakukan agar pelemahan rupiah tidak semakin menekan ekonomi domestik, mulai dari inflasi hingga beban industri yang bergantung pada bahan baku impor. 

Presiden Panggil Tim Ekonomi 

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi untuk mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026) sore. Mereka tiba sekitar pukul 15.30 WIB. 

Para menteri yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, hingga Gubernur BI Perry Warjiyo. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.