Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mencatat terjadi lonjakan penonton TV hingga 50 persen sejak mewabahnya virus corona. Mayoritas penonton memantau perkembangan corona.
Ketua KPI Pusat, Agung Suprio mengatakan, di tengah kondisi darurat corona televisi menjadi salah satu sumber informasi terdepan dan terpercaya. "Itu karena televisi tidak menayangkan hoax, selalu check recheck apalagi diawasi KPI," kata Agung di Jakarta, seperti ditulis Kamis (26/3).
Baca juga : Cegah Corona, PLN Tunda Catatan Meteran Listrik Pelanggan
Senada dengan Agung, Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan, kondisi ini menunjukkan publik percaya terhadap media mainstream. Menurut dia, banyaknya hoax dari media sosial menjadikan publik memilih media televisi sebagai tontonan utama.
"Fungsi media televisi to inform, to educate dan to entertain saat ini berjalan dan sangat dipercaya masyarakat. Jadi, bukan percaya informasi media baru (media sosial) yang banyak hoax," tuturnya.
Baca juga : Perangi Corona, Kadin dan Tzu Chi Galang Dana Rp 500 Miliar
Yuliandre mengatakan, jumlah penonton TV akan terus meningkat karena anak-anak, remaja, masyarakat banyak yang tinggal di rumah, termasuk pekerja yang kerja dari rumah (work from home/WFH).
Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Syafril Nasution mengatakan, TV sebagai media memiliki fungsi sebagai sarana informasi, hiburan, dan edukasi. "Guna memperoleh informasi, edukasi dan menghilangkan kejenuhan, maka televisi sebagai sarana hiburan dan informasi banyak ditonton masyarakat," tutur Syafril.
Baca juga : Antisipasi Corona, Pemkab Gowa Isolasi Peserta Ijtima Dunia
Hal tersebut sejalan dengan kebijakan social distancing yang mendorong masyarakat untuk banyak berdiam diri di rumah dan menghindari keramaian serta kebijakan kerja dari rumah (work from home/ WFH). ATVSI terus mengimbau Lembaga Penyiaran Swasta untuk memberikan informasi terbaik kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan masyarakat dan apa yang harus dihindari dalam menghadapi virus corona ini. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya