Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pidato Penuh Semangat Di DPR, Presiden Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen
Kamis, 21 Mei 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto tampil penuh semangat saat menyampaikan kerangka ekonomi 2027 dalam Sidang Paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5 persen pada tahun depan.
Sidang Paripurna DPR tersebut membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Prabowo tiba di DPR sekitar pukul 09.32 WIB dengan menaiki mobil Maung. Ia mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan dasi biru muda.
Kehadiran Prabowo disambut Ketua DPR Puan Maharani. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang datang lebih dahulu turut menyambut Prabowo bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa.
Kehadiran Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR untuk menyampaikan langsung KEM-PPKF menjadi yang pertama dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Selama ini, yang hadir biasanya hanya Menteri Keuangan.
Menurut Prabowo, situasi ekonomi global yang penuh tekanan membuat Presiden perlu turun langsung menjelaskan arah kebijakan ekonomi nasional. “Karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” ujar Prabowo penuh semangat.
Baca juga : Ekspor Komoditas Disentralisasi, Ini Upaya Cegah Kebocoran Negara
Prabowo menegaskan, pemerintah akan menjaga defisit APBN 2027 pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Pemerintah, lanjut dia, menargetkan pendapatan negara berada pada kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB. Sementara itu, belanja negara dirancang berada di level 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB guna mendukung program prioritas nasional.
Menurut Prabowo, APBN bukan sekadar dokumen keuangan, melainkan alat perjuangan negara untuk memperkuat fondasi ekonomi dan melindungi rakyat.
“APBN adalah alat untuk memperkokoh dasar-dasar ekonomi bangsa dan alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera,” ujarnya.
Di sisi makroekonomi, Prabowo optimistis, ekonomi Indonesia mampu tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 untuk menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Menurutnya, target ambisius tersebut bukan hal yang mustahil.
Baca juga : Naikkan Suku Bunga, BI Berusaha Perkuat Rupiah
“Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh,” tegasnya.
Untuk menopang target tersebut, pemerintah menargetkan inflasi tetap terkendali pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dijaga pada level 6,5 hingga 7,3 persen.
Di sektor energi, kata dia, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok sebesar 70 hingga 95 dolar AS per barel. Pemerintah juga menargetkan lifting minyak bumi sebesar 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari serta lifting gas sebesar 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.
Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi harus benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 6 hingga 6,5 persen dan tingkat pengangguran terbuka ditekan ke kisaran 4,30 hingga 4,87 persen pada 2027.
“Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” tegas mantan Menteri Pertahanan itu.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penyusunan APBN 2027 memang diarahkan untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih cepat dan lebih tinggi. Target pertumbuhan ekonomi hingga 6,5 persen akan dicapai melalui penguatan fiskal, stabilitas makroekonomi, hilirisasi sumber daya alam, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Baca juga : Amirul Hajj Tiba, Minta Jemaah Jaga Fisik Hadapi Armuzna
“Ini akan dicapai dengan koordinasi ketat TPIP (Tim Pengendalian Inflasi Pusat) dan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah), terutama dalam menjaga rantai pasok pangan,” ujarnya optimistis.
Ketua DPR Puan Maharani menyebut, target pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Prabowo menjadi harapan besar agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat. “Sehingga kehidupan rakyat semakin mudah dan sejahtera di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang sedang terjadi,” kata Puan.
Penerimaan Negara Naik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Hingga April 2026, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 646,3 triliun atau tumbuh 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Mungkin akan lebih tinggi lagi, mendekati 20 persen. Ini jelas prospeknya lebih bagus dibandingkan tahun lalu,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa di kantornya, Selasa (19/5/2026) malam.
Menurut Purbaya, lonjakan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 40,2 persen menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih tinggi. “Ini semua mematahkan tuduhan bahwa ekonomi sedang melambat secara signifikan, apalagi sampai disebut menuju krisis 1997-1998,” tandasnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya