Dark/Light Mode

Paloh Optimis Rupiah Segera Menguat

5 Ketum Parpol Hadiri Pidato Presiden Di DPR

Kamis, 21 Mei 2026 06:50 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) menghadiri Pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR Masa Persidangan V Tahun 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Instagram/official_nasdem)
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) menghadiri Pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR Masa Persidangan V Tahun 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Instagram/official_nasdem)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lima ketua umum (ketum) partai politik menghadiri pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kelimanya adalah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf.

Bahlil, Zulkifli, dan AHY, yang merupakan anggota Kabinet Merah Putih, duduk bersama jajaran menteri lain di sisi kanan podium utama. Untuk Surya Paloh, duduk di kursi tamu VIP yang ada di sisi kiri podium utama. Sedangkan Almuzzammil, yang merupakan anggota DPR, duduk di kursi peserta bersama para anggota DPR lainnya.

Usai mendengarkan pidato Presiden, Surya Paloh mengaku optimistis nilai tukar rupiah akan menguat dalam waktu dekat. Menurut dia, optimisme menjadi modal utama bangsa di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah.

“Selain optimisme, apalagi yang kita punya? Itu yang perlu kita pahami. Modal terakhir kita adalah optimisme itu sendiri,” ucapnya.

Baca juga : Pramono & Andra Soni Sepakat Perkuat Sinergi

Bos Media Group ini mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan harapan di tengah dinamika pasar saham dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Hanya tinggal optimisme itu. Kalau itu hilang, kita tidak punya apa-apa lagi. Tapi mudah-mudahan kita masih bisa menjaga optimisme tersebut,” ujarnya.

Paloh menilai, pidato Presiden Prabowo turut membangkitkan semangat patriotisme ekonomi, terutama saat menyinggung pentingnya menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 terkait sistem perekonomian nasional.

Meski demikian, Paloh menegaskan, target-target ekonomi Pemerintah harus dibarengi mitigasi risiko yang matang. Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi apabila kebijakan tidak berjalan sesuai rencana.

“Satu syarat yang tidak bisa dilepaskan dari komitmen bersama adalah pemerintah harus memiliki risk management apabila target-target itu tidak berjalan sesuai rencana,” tegas mantan politisi Partai Golkar tersebut.

Baca juga : Kasus Bupati Ponorogo, KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru

Paloh juga menyoroti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level 6.200. Dia berharap, pelemahan tersebut hanya bersifat sementara.

“Kita harapkan itu hanya indikasi sementara. Tapi kalau terus turun, tentu perlu dievaluasi kembali,” pungkasnya. 

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan mendukung KEM-PPKF 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR. Menurut politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, arah kebijakan fiskal 2027 menunjukkan Pemerintah sedang membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang dengan pendekatan yang lebih realistis, terukur, dan fokus pada penguatan daya tahan nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Bamsoet melihat, di tengah perlambatan ekonomi dunia, tensi geopolitik, perang dagang, serta tekanan suku bunga global, Pemerintah tetap mampu menjaga optimisme ekonomi nasional dengan target pertumbuhan 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027.

“Kerangka ekonomi dan kebijakan fiskal 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo memperlihatkan keberanian Pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memperkuat perlindungan sosial masyarakat. APBN ditempatkan sebagai instrumen perjuangan negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat meningkat secara nyata,” ujarnya, usai menghadiri Rapat Paripurna DPR.

Baca juga : Pertamina Terus Mantapkan Diri Sebagai Sokoguru Ketahanan & Transisi Energi Nasional

Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menilai, desain RAPBN 2027 memperlihatkan kehati-hatian Pemerintah dalam mengelola fiskal. Target defisit pada kisaran 1,80 hingga 2,40 persen terhadap PDB menunjukkan disiplin fiskal tetap dijaga di tengah kebutuhan pembiayaan program prioritas nasional yang semakin besar. Pemerintah tetap mempertahankan ruang fiskal yang sehat agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. 

“Pemerintah sangat tepat menjaga defisit tetap terkendali. Ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar, menjaga rating investasi Indonesia, sekaligus memastikan ruang fiskal tetap tersedia menghadapi berbagai tekanan global yang sewaktu-waktu bisa muncul,” kata Bamsoet. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.