Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
Atasi Banjir & Sampah Di Jakarta-Tangerang Raya
Pramono & Andra Soni Sepakat Perkuat Sinergi
Kamis, 21 Mei 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu dengan Gubernur Banten Andra Soni, di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat memperkuat sinergi lintas wilayah untuk mengatasi persoalan banjir dan sampah di kawasan aglomerasi Tangerang Raya-Jakarta.
Andra Soni didampingi Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Sachruddin, dan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid. Sementara, Pramono didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno.
Andra Soni mengatakan, Provinsi Banten, khususnya wilayah Tangerang Raya, sebagai daerah penyangga perlu berkoordinasi dengan Jakarta, terutama masalah kemacetan hingga banjir. Menurut dia, kedatangan pihaknya merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pembangunan metropolitan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Banjir yang selama ini kerap melanda Tangerang Raya, lanjut Andra, tak mungkin ditangani sendirian oleh Pemprov Banten. Dibutuhkan kolaborasi konkret dengan Jakarta, termasuk dalam penanganan sampah dan pengembangan transportasi kawasan aglomerasi.
"Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini adalah pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan transportasi," ujarnya.
Baca juga : Kasus Bupati Ponorogo, KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, hubungan Jakarta dan Banten sangat strategis. Kedua provinsi terhubung secara ekonomi, lingkungan, dan mobilitas masyarakat, sehingga penyelesaian masalah perkotaan harus dilakukan secara terpadu lintas daerah.
Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan itu adalah rencana pembangunan embung besar hasil kolaborasi antara Pemprov Jakarta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Embung tersebut dirancang untuk mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku bagi masyarakat di kawasan Tangerang Raya dan Jakarta.
Selain isu banjir, lanjut Andra, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius. Pemerintah Pusat telah menetapkan wilayah Banten sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), di kawasan aglomerasi Tangerang Raya.
Di sektor transportasi, tambah dia, pembahasan mengarah pada rencana pengembangan dan perpanjangan jalur MRT menuju Tangerang, guna memperkuat konektivitas dan mobilitas masyarakat antarwilayah. Ke depan, Andra optimis kerja sama antar Pemprov Banten dan Jakarta akan lebih intensif.
"Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI, insya Allah bantuan, support kepada daerah algomerasinya akan maksimal, kolaborasi akan lebih intens," pungkasnya.
Baca juga : Pertamina Terus Mantapkan Diri Sebagai Sokoguru Ketahanan & Transisi Energi Nasional
Senada, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi lintas daerah yang dibangun antara Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Banten. Dalam pertemuan itu, turut dibahas optimalisasi lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 95 hektare di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Lahan itu, ungkap dia, direncanakan untuk mendukung sektor pertanian, kawasan permukiman, hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air. "Pak Gubernur DKI menginginkan lahan Pemda DKI yang ada di Desa Ciangir bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus menyukseskan program-program strategis Presiden Republik Indonesia," kata Maesyal.
Dia menjelaskan, sekitar 38 hektare lahan akan diperuntukkan bagi sektor pertanian dan 47 hektare untuk kawasan permukiman. Menurut Maesyal, pembahasan teknis pemanfaatan lahan segera ditindaklanjuti perangkat daerah, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
"Pertemuan ini menjadi tonggak penting penguatan kerja sama antar Pemerintah Daerah. Kami ingin menghadirkan pembangunan kawasan metropolitan yang lebih tertata, tangguh, modern, dan sejahtera bagi masyarakat Jabodetabek," ucapnya.
Pramono Anung mengatakan, persoalan banjir dan kemacetan antar provinsi itu bisa diurai bila terbangun kerja sama yang baik. "Kami bersepakat untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di lapangan. Dari hal yang berkaitan dengan kemacetan, banjir, termasuk mendorong supaya MRT tidak hanya berhenti di Lebak Bulus, tapi juga diperluas, diperpanjang sampai dengan Balaraja," ujarnya.
Baca juga : Pemprov & Polda Metro Integrasikan Ribuan CCTV
Pramono menambahkan, Jakarta bakal membuka lima rute baru Jaklingko yang bersinggungan dengan Tangerang dan Tangsel, sebagai daerah penyangga. Perluasan rute tersebut diharapkan dapat mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dan mengatasi masalah kemacetan di Jakarta maupun daerah sekitarnya.
"Ini bagian dari perluasan apa yang kami sebut dengan Transjabodetabek. Sebab, Jakarta memang tidak bisa menyelesaikan persoalan macetnya dengan Jakarta sendiri," jelasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya