Dark/Light Mode

Amirul Hajj Tiba, Minta Jemaah Jaga Fisik Hadapi Armuzna

Kamis, 21 Mei 2026 07:20 WIB
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf berbincang dengan jemaah haji rombongan Amirul Hajj gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026). (Foto: Dok. Kemenhaj)
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf berbincang dengan jemaah haji rombongan Amirul Hajj gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026). (Foto: Dok. Kemenhaj)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan jemaah haji Indonesia agar menjaga kondisi kesehatan, menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Dia meminta jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat menguras stamina sebelum wukuf. 

Menurut Gus Irfan -sapaan akrabnya, kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, terutama saat memasuki fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang dikenal sebagai tahap paling krusial dalam penyelenggaraan haji. 

“Kami mengimbau jemaah menjaga kesehatan dan tidak terlalu memaksakan diri, termasuk mengurangi aktivitas yang bisa menguras tenaga menjelang Armuzna,” katanya di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Selasa (19/5/2026). 

Gus Irfan juga mengingatkan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) agar tidak menggelar city tour sebelum rangkaian puncak haji selesai dilaksanakan. Menurutnya, fokus utama jemaah saat ini adalah menjaga kebugaran dan mempersiapkan diri menghadapi wukuf di Arafah. 

Imbauan tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat menyapa langsung jemaah haji asal Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Kloter KJT 37 di Plaza B2 Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Kehadiran Menteri Haji dan Umrah disambut antusias para jemaah yang tidak menyangka dapat bertemu langsung di Tanah Suci. 

Baca juga : Satriwan Salim: Harus Dipersiapkan Dengan Baik Dan Matang

Sejumlah jemaah tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto dan berbincang dengan Gus Irfan, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah. 

Selain menyapa jemaah, Gus Irfan juga meninjau layanan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas yang disiapkan Daerah Kerja Bandara. Dia memastikan pelayanan terhadap jemaah rentan berjalan optimal sejak kedatangan di Arab Saudi. 

Usai peninjauan, Gus Irfan mengikuti pemaparan kesiapan puncak haji dari jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Dalam rapat tersebut, Pemerintah membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan Armuzna, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga pola pergerakan jemaah.

Menurutnya, hingga saat ini sekitar 93 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Pemerintah berharap seluruh jemaah yang masih dalam proses keberangkatan dapat segera menyusul dalam kondisi sehat. 

“Alhamdulillah tadi kami mendapat laporan bahwa sekitar 93 persen jemaah sudah hadir di Tanah Suci. Mudah-mudahan sisanya segera menyusul,” ujarnya. 

Irfan Yusuf menegaskan, Pemerintah terus mematangkan persiapan operasional Armuzna melalui rapat evaluasi yang digelar setiap malam. 

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Pengajarnya Jangan Sampai Belum Memadai

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul saat puncak haji berlangsung. 

“Setiap malam kami meeting membahas kemungkinan kendala di lapangan. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan jemaah, transportasi, dan makanan selama Armuzna,” katanya. 

Menurut Gus Irfan, keberhasilan pelaksanaan Armuzna akan menjadi indikator utama suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini. 

“Puncak haji itu Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses,” ujarnya. 

Pada hari yang sama, rombongan Amirul Hajj gelombang kedua juga tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah. Rombongan dipimpin langsung Irfan Yusuf bersama sejumlah pejabat dan tokoh nasional. Turut hadir dalam rombongan antara lain Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i, penasihat presiden Muhadjir Effendy, serta sejumlah tokoh organisasi masyarakat Islam dan akademisi. 

Setibanya di Jeddah, rombongan Amirul Hajj langsung melakukan koordinasi intensif terkait kesiapan puncak haji. Mereka dijadwalkan menuju Makkah untuk memantau langsung kesiapan tenda, katering, layanan kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya menjelang pergerakan jemaah ke Arafah. 

Baca juga : 5 Ketum Parpol Hadiri Pidato Presiden Di DPR

Dalam kesempatan tersebut, Irfan Yusuf juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang dinilai bekerja keras melayani jemaah sejak kedatangan hingga menjelang fase Armuzna. 

“Petugas luar biasa. Mereka berjibaku di lapangan dan saya melihat tone pemberitaan dari Tanah Suci juga positif,” katanya. 

Gus Irfan berharap, semangat para petugas tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. Menurutnya, tantangan terbesar penyelenggaraan haji akan terjadi saat fase Armuzna berlangsung. 

Selain itu, Irfan Yusuf mengungkapkan kabar positif terkait kondisi kesehatan jemaah Indonesia. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah jemaah wafat pada musim haji tahun ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. 

“Alhamdulillah laporan tadi jumlah yang meninggal jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Semoga ini perkembangan yang baik,” ujar dia. 

Pemerintah berharap, kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.