Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PGN Garap CCS & Transportasi CO2 Untuk Amonia Rendah Karbon
Jumat, 22 Mei 2026 11:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat komitmen mendukung transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE) melalui studi pengembangan ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) untuk produksi amonia rendah karbon atau blue ammonia.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Hery Murahmanta mengatakan, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi karbon dioksida (CO2) dalam kerja sama tersebut.
“Dalam kerja sama CCS ini, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO2. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi,” ujar Hery dalam keterangan di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Baca juga : Wapres Gibran Apresiasi Pramono Gratiskan Transportasi Untuk 15 Golongan
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) pada ajang IPA Convex 2026 bersama PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Pupuk Indonesia (Persero).
Melalui studi bersama tersebut, para pihak akan mengkaji aspek teknis, legal, ekonomi, dan komersial dalam pengembangan ekosistem CCS, mulai dari penangkapan emisi karbon, transportasi CO2, hingga injeksi CO2 ke formasi geologi bawah tanah.
PGN juga akan mengoptimalkan infrastruktur gas bumi eksisting dan pengembangan jaringan pipa untuk mendukung transportasi CO2, termasuk memanfaatkan Right of Way (ROW) jalur pipa gas bumi yang telah tersedia.
Baca juga : PGN Raih Sertifikasi ISO 55001 Untuk Pengelolaan Infrastruktur Gas
Menurut Hery, pemanfaatan jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS secara efisien sekaligus memperkuat posisi PGN sebagai transporter utama CO2 di masa depan.
“Kerja sama ini merupakan wujud nyata PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon,” katanya.
Studi tersebut akan memetakan wilayah strategis yang memiliki potensi pengembangan CCS dan produksi amonia rendah karbon, dengan fokus awal di Jawa Barat dan Jawa Timur yang memiliki klaster industri berintensitas energi tinggi.
Baca juga : PNM dan MES Luncurkan Mba Maya untuk Perempuan Prasejahtera
Selain itu, para pihak juga akan mengkaji potensi wilayah lain yang dinilai strategis dari sisi infrastruktur dan keekonomian proyek.
Sinergi antara Pertamina Group dan Pupuk Indonesia itu diharapkan dapat menjadi pionir pengembangan CCS di Indonesia melalui penggabungan kompetensi sektor hulu, infrastruktur gas, serta industri pupuk dan amonia.
Proyek tersebut juga ditargetkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional yang lebih ramah lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya