Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemda Diminta Gerak Cepat Jaga Pasokan Jelang Idul Adha
Menko Zulhas: Ada Masalah Pangan, Tanggapi Bareng
Minggu, 24 Mei 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan pasokan pangan nasional tetap aman menjelang Hari Raya Idul Adha di tengah tekanan geopolitik dan gangguan rantai pasok global.
Berbagai langkah antisipasi disiapkan untuk menjaga stabilitas harga, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, gejolak internasional berdampak pada biaya distribusi dan bahan baku di dalam negeri akibat perubahan jalur pelayaran global.
“Hal itu menyebabkan beberapa harga pangan naik. Saya akui, ini dampak geopolitik, sangat terasa,” kata Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, konflik di sejumlah kawasan membuat jalur pelayaran berputar, sehingga waktu pengiriman barang menjadi lebih lama.
“Sekarang transportasi laut itu berputar, yang tadinya 20 hari sekarang bisa 60 hari lebih,” ujarnya.
Meski demikian, Zulhas menegaskan, ketahanan pangan nasional tetap kuat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini berada di level aman.
Baca juga : Pinjol Tembus Rp 101 Triliun, Gubernur DIY Sesalkan Fenomena “Makan Utang”
Pemerintah mencatat, stok beras nasional mencapai sekitar 4,6 juta ton pada April 2026, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan 10–11 bulan ke depan.
Selain menjaga stok, Pemerintah juga menyiapkan intervensi jika terjadi lonjakan harga komoditas impor seperti kedelai.
“Kita akan jaga, kalau harga itu melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), tentu Pemerintah langsung turun tangan memberikan subsidi,” ucapnya.
Zulhas juga meminta Pemerintah Daerah bergerak cepat merespons gejolak harga di wilayah masing-masing.
“Kalau lambat nanti ibu-ibunya sudah mogok kan kita repot. Jadi harus cepat. Saya mengajak bupati, gubernur cepat kalau ada masalah di daerahnya. Cepat kita tanggapi bareng-bareng,” tegasnya.
Dalam peninjauan pasar jelang Idul Adha, Zulhas memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, telur, ayam, ikan, cabai dan sayuran dalam kondisi aman.
“Beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak, sayur, makan untuk Idul Adha 2026 lebih dari cukup,” ungkapnya.
Baca juga : PLN Operasikan SPKLU Center Baru Di Jakarta
Dia optimistis kondisi pasokan yang cukup akan menjaga daya beli masyarakat. “Insya Allah harga stabil,” tandasnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan memperkuat pengawasan distribusi minyak goreng di daerah untuk mencegah lonjakan harga.
“Satgas Pangan tolong turun ke lapangan, jaga stabilitas harga minyak goreng,” kata Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Dia menegaskan, pengawasan perlu dilakukan bersama Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional dan aparat penegak hukum.
“Orang-orang berpandangan kalau suplainya banyak, harga turun. Indonesia mensuplai minyak goreng dunia, kenapa harga malah naik?” tanyanya.
Amran mengatakan, koordinasi dengan aparat penegak hukum telah dilakukan untuk memperkuat pengawasan di daerah.
“Kami akan gencarkan pengawasan di daerah-daerah yang harga minyak gorengnya naik,” tegasnya.
Baca juga : Kasus Korupsi Bauksit Ilegal, Kejagung Tersangkakan 1 Bos Tambang Kalbar
Koordinator Koalisi Rakyat untuk Ketahanan Pangan (KRKP) Said Abdullah menilai, kenaikan harga pangan menjelang Idul Adha masih dalam pola musiman, tapi perlu diwaspadai dampak faktor global.
“Pemerintah perlu mencermati faktor eksternal yang mulai memengaruhi harga pangan nasional. Situasi geopolitik global, kenaikan harga bahan bakar, hingga penguatan dolar Amerika Serikat pasti memberi tekanan tambahan terhadap biaya pangan,” kata Said kepada Rakyat Merdeka, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, komoditas impor seperti kedelai lebih rentan terhadap tekanan harga dibandingkan komoditas lokal.
“Kenaikan harga cabai dan bawang secara umum relatif normal. Namun, harga kedelai yang melambung bisa menjadikan harga pangan seperti tahu dan tempe jadi lebih tinggi,” ucapnya.
Menurut dia, ketergantungan pada impor membuat pasar domestik mudah terdampak gejolak global.
“Ini perlu diperhatikan lebih cermat dan disiapkan langkah strategis oleh Pemerintah,” kata Said. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 24 Mei 2026 dengan judul "Pemda Diminta Gerak Cepat Jaga Pasokan Jelang Idul Adha Menko, Zulhas: Ada Masalah Pangan, Tanggapi Bareng"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya