Dark/Light Mode

Perkuat Ketahanan Bisnis, PGN Optimalkan Infrastruktur Energi

Jumat, 5 Juni 2026 16:22 WIB
Foto: Dok. PGN
Foto: Dok. PGN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat ketahanan bisnis melalui optimalisasi infrastruktur energi nasional, peningkatan keandalan operasional.

PGN juga mengembangkan berbagai sumber pertumbuhan baru guna menjaga kinerja berkelanjutan dan mendukung kebutuhan energi nasional.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengatakan, perseroan berfokus memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

“Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/1/2026).

PGN saat ini mengelola aset sekitar 6,2 miliar dolar AS dengan jaringan pipa lebih dari 33.000 kilometer serta melayani lebih dari 825 ribu pelanggan di berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, usaha kecil, komersial, industri hingga pembangkit listrik.

Menurutnya, infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penyaluran gas bumi nasional dan mendukung kebutuhan energi di berbagai sektor strategis.

Baca juga : Kiper Ekuador Hernan Galindez Bidik Penampilan Terakhir di Piala Dunia 2026

PGN juga menguasai lebih dari 91 persen pangsa pasar niaga gas bumi nasional. Fajriyah menuturkan skala jaringan dan basis pelanggan yang dimiliki menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan energi domestik di masa mendatang.

Untuk menjaga keandalan operasional, PGN terus melakukan pengelolaan aset secara konsisten, menerapkan standar keselamatan yang ketat, serta menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.

Selain mengoptimalkan infrastruktur yang telah beroperasi, PGN juga menjalankan sejumlah proyek strategis guna memperkuat konektivitas energi nasional dan membuka peluang pertumbuhan baru.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan infrastruktur terintegrasi, perluasan jaringan gas rumah tangga, serta peningkatan utilisasi aset dan fasilitas energi yang dimiliki.

Melalui anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas), PGN juga dipercaya mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap II.

Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas penyaluran gas antarwilayah dan mendukung pemanfaatan gas bumi domestik yang lebih luas bagi sektor industri maupun kelistrikan.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Buka PINDEX 2026, Tampilkan Inovasi Engineering Energi

Selain itu, PGN terus memperkuat ketahanan pasokan energi melalui berbagai kesepakatan strategis yang dijalin dalam beberapa tahun terakhir guna mendukung pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan optimalisasi infrastruktur yang telah dibangun.

Dari sisi operasional, aktivitas bisnis PGN tetap terjaga. Pada kuartal I-2026, perusahaan mencatat volume distribusi gas bumi sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi sebesar 1.539 MMSCFD.

Capaian tersebut mencerminkan peran strategis PGN dalam mendukung kebutuhan energi berbagai sektor ekonomi nasional melalui jaringan infrastruktur yang terintegrasi.

Di bidang keuangan, PGN mencatat rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio/DER) sekitar 29 persen hingga akhir Maret 2026.

Perseroan juga memiliki posisi kas dan setara kas sekitar 1,36 miliar dolar AS serta rasio EBITDA terhadap beban bunga mencapai 21 kali.

Menurut Fajriyah, kondisi tersebut menunjukkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk mendukung operasional maupun investasi jangka panjang.

Baca juga : DPR Minta Deviasi Progres Dan Anggaran Infrastruktur Ditekan

Sebagai bentuk komitmen kepada pemegang saham, PGN juga mempertahankan rasio pembayaran dividen sebesar 80 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk tahun buku 2025.

Fajriyah optimistis, PGN mampu terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Menurut dia, kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu, pihaknya fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut.

“Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” katanya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.