Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
GAPKI Perkuat Inovasi Sawit lewat Kolaborasi dan Teknologi
Selasa, 26 Mei 2026 07:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkuat kolaborasi antaranggota melalui benchmarking dan berbagi teknologi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri sawit nasional.
Kegiatan Konsorsium Mekanisasi, Digitalisasi, dan Otomasi (MDO) kali ini digelar di kebun PT Binasawit Abadipratama, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Forum tersebut menjadi bagian dari upaya anggota GAPKI untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor perkebunan sawit.
Ketua Bidang Riset dan Pengembangan GAPKI, Dwi Asmono, menegaskan bahwa inovasi dan transformasi teknologi merupakan kebutuhan strategis bagi industri sawit nasional.
“Kalau kita bicara teknologi, research innovation ada idiom yang mengatakan innovate or die, inovasi atau mati. Persaingan di industri minyak ini luar biasa,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Baca juga : RI-Singapura Kerja Sama Ekonomi Hijau Dan Teknologi
Menurut Dwi, peningkatan produktivitas menjadi prioritas utama GAPKI di sektor hulu. Karena itu, organisasi tersebut mendorong pembentukan berbagai konsorsium lintas perusahaan, mulai dari konsorsium sumber daya genetik, konsorsium Ganoderma, hingga konsorsium mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi.
Ia mengatakan, industri membutuhkan ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat penerapan teknologi di lapangan.
“Industri membutuhkan shared learning, benchmarking, pilot project bersama, dan keberanian mencoba teknologi baru. GAPKI hadir sebagai platform kolaborasi industri,” kata Dwi Asmono.
Dwi menambahkan, industri sawit saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan tenaga kerja, tekanan efisiensi, tuntutan keberlanjutan dan keterlacakan (traceability), perubahan iklim, serta kebutuhan regenerasi sumber daya manusia.
Karena itu, transformasi menuju mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi dinilai tidak bisa ditunda.
Baca juga : Korlantas Polri Perkuat Transformasi Digital dan Kolaborasi Keselamatan Jalan
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga meninjau implementasi inovasi yang diterapkan PT Binasawit Abadipratama.
CEO PT Binasawit Abadipratama, Benny Yusuf Setiawan, menjelaskan bahwa mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi membantu mempermudah pekerjaan lapangan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Salah satu inovasi yang diterapkan perusahaan ialah metode replanting rorak yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
“Jika target sebelumnya pada usia 31–42 bulan setelah tanam sekitar 10 ton, sekarang kita bisa meningkat menjadi 15 bahkan sampai 20 ton per hektar untuk yield panen perdana,” ungkap Benny.
Sementara itu, Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rizki Djaya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi anggota dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.
Baca juga : Kemenperin Perkuat SDM Industri Lewat Kurikulum Vokasi Terintegrasi RI-Swiss
“Tujuan kegiatan hari ini adalah meningkatkan produktivitas kelapa sawit dengan berbagai strategi, mekanisasi, serta percepatan produksi agar sawit berkelanjutan ini bisa kita pertahankan di republik tercinta ini,” ujarnya.
Rizki menambahkan, Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap kebutuhan sawit global perlu terus memperkuat daya saing industrinya.
Melalui Konsorsium MDO, GAPKI menargetkan lahirnya standar acuan nasional, proyek percontohan, peta jalan teknologi sawit Indonesia, serta kader muda industri yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Masa depan sawit Indonesia tidak hanya ditanam di tanah, tetapi juga dibangun melalui inovasi dan kolaborasi,” tutup Dwi Asmono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya