Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Para suporter dan pemain Jepang kembali bersih-bersih stadion usai pertandingan. Gesture hormat tersebut sudah dibiasakan sejak usia sekolah dasar.
Pesona Jepang sudah terpancar sejak laga perdana Grup F. Bukan hanya sukses menahan Belanda 2-2, skuad Cahaya Asia juga kembali menunjukkan keberadaban. Alih-alih larut dalam euforia dan meninggalkan stadion begitu saja, para suporter Jepang kembali melakukan hal yang sudah menjadi ciri khas mereka selama bertahun-tahun.
Dari video unggahan akun Instagram FIFA, suporter Jepang melakukan aksi tersebut tanpa mengenal usia. Dari anak-anak hingga orang dewasa bahu-membahu memungut sampah kemasan minuman dan makanan di bawah kursi dan di tangga.
Baca juga : Portugal Vs RD Kongo, Awas! Serangan Balik Leopards
Tak hanya penonton, gesture serupa ditampilkan para pemain Samurai Biru. Ruang ganti pemain nampak bersih dan rapi setelah ditinggal pergi tim asuhan Hajime Moriyasu. Rombongan Jepang bahkan merapikan baju dan rompi dengan susunan presisi. Sisa kemasan makanan dan minuman juga ditempatkan dalam satu wadah sehingga tak tercecer.
Aksi ini sudah lama melekat dari suporter Jepang pada berbagai ajang internasional. Mereka kerap membersihkan tempat suatu acara atau pertandingan sebelum melangkah pergi.
Hal ini dipandang jadi kebiasaan orang Jepang. Ketika menapak usia sekolah dasar, para siswa sudah diajari pentingnya menjaga kebersihan tempat mereka berada.
Baca juga : Makin Lengket, China Dan Myanmar Bestie
Dalam kepercayaan tradisional Jepang, ada konsep Omoiyari dengan arti empati kepada lingkungan. Dalam pemahaman ini, meninggalkan sebuah tempat dalam keadaan berantakan merupakan sebuah sikap tak hormat kepada orang lain.
“Tatsu tori ato wo nigosazu (seekor burung tidak meninggalkan apa pun di belakangnya),” ungkap seorang suporter.
“Itu adalah budaya kami. Hormat kepada pemain, penonton, dan juga stadion. Kami merasa terhormat bisa berada di sini, jadi kami tidak ingin membuat kotor lalu pergi begitu saja,” imbuh yang lain.
Baca juga : Sarwendah, Ajak Mediasi Ruben Onsu
Menurut ESPN, perhatian dunia mulai tertuju pada kebiasaan baik ini sejak Piala Dunia 1998 di Prancis hingga Piala Dunia 2022 di Qatar. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya