Dark/Light Mode

PGN dan BRIN Kembangkan Minapadi Salin di Lahan Pesisir Batang

Kamis, 18 Juni 2026 12:28 WIB
PGN dan BRIN meluncurkan program Minapadi Salin di Batang untuk meningkatkan produktivitas lahan pesisir melalui pertanian terintegrasi.
PGN dan BRIN meluncurkan program Minapadi Salin di Batang untuk meningkatkan produktivitas lahan pesisir melalui pertanian terintegrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina, bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Pemerintah Kabupaten Batang, meluncurkan Program Minapadi Salin di Kawasan Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026).

Program melalui corporate social responsibility (CSR) PGN ini mengintegrasikan budidaya padi biosalin, ikan nila salin, dan rumput laut jenis Gracilaria verrucosa untuk memulihkan produktivitas lahan pesisir yang terdampak salinitas tinggi.

Peluncuran ditandai dengan pelepasan 10.000 benih ikan nila salin serta penanaman padi di lahan seluas 32,26 hektare yang dikelola oleh Gapoktan Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.

Program ini merupakan pengembangan dari program Padi Biosalin yang sebelumnya sukses diterapkan di Mangunharjo (Semarang) dan Kabupaten Jepara.

Baca juga : Pengembangan Panas Bumi jadi Katalis Kesejahteraan dan Pembangunan Daerah

Di Semarang, program berkembang dari 20 hektare menjadi 115 hektare. Sementara di Jepara, panen mencapai 22 hektare dengan capaian ekonomi Rp 1,23 miliar.

Secara total, nilai ekonomi program Padi Biosalin yang telah berjalan mencapai sekitar Rp 7,66 miliar.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengapresiasi langkah strategis dalam memanfaatkan lahan salin yang selama ini kurang produktif menjadi kawasan pertanian dan perikanan bernilai ekonomi.

“Kami mengapresiasi kolaborasi antara PGN, BRIN, dan berbagai pihak dalam menghadirkan Program Minapadi Salin di Kabupaten Batang. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang lebih produktif,” ujar Faiz.

Baca juga : ADIGSI dan CREST Teken Kerja Sama Pengembangan Standar & Talenta Keamanan Siber

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN RI Dr. Yopi menyampaikan bahwa program ini membuktikan hasil riset laboratorium dapat diimplementasikan secara nyata menjadi solusi persoalan daerah di lahan dengan tingkat salinitas tinggi.

“BRIN tidak ingin hasil riset hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi persoalan daerah,” kata Yopi.

Target Produktivitas Tinggi

Melalui dukungan teknologi berbasis riset BRIN, program di Batang ini menargetkan produktivitas padi mencapai 6-7 ton per hektare dan bobot panen ikan nila salin rata-rata 300 gram per ekor.

Untuk rumput laut, penebaran awal menggunakan 30 kilogram bibit dengan potensi hasil panen hingga 5 kilogram per 1 kilogram bibit dalam waktu tiga bulan, yang selanjutnya dapat dipanen berkelanjutan setiap 3–4 minggu.

Baca juga : BNPP Ajak Generasi Muda Bangun Kawasan Perbatasan

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyatakan bahwa PGN berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, di mana integrasi komoditas ini diharapkan menjadi alternatif bernilai ekonomi tinggi.

“Program Minapadi Salin merupakan wujud nyata komitmen tersebut, dengan mengintegrasikan inovasi pertanian dan perikanan, termasuk pengembangan komoditas rumput laut, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Fajriyah.

Ke depan, kawasan ini juga akan diperkuat dengan penanaman mangrove di sekitar lokasi budidaya sebagai langkah mitigasi abrasi serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Kami ingin memastikan bahwa manfaat program ini tidak hanya dirasakan pada saat panen, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan pendekatan terintegrasi antara pertanian, perikanan, dan pelestarian ekosistem pesisir, kami berharap tercipta keseimbangan antara peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan,” tutup Fajriyah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.