Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam pembangunan kawasan perbatasan demi menjaga kedaulatan negara. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan kuliah umum interaktif BNPP Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa (MENYALA) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara, Sulawesi Utara, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang merupakan edisi ketiga BNPP MENYALA itu mengangkat tema “Peran Strategis Generasi Muda dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045.” Sebelumnya, program serupa telah digelar di IPDN Kampus Kalimantan Barat dan Politeknik Ben Mboi Universitas Pertahanan RI di Belu, Nusa Tenggara Timur.
Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP, Irjen Edfrie R. Maith menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga Kepala BNPP. Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memahami kawasan perbatasan. Tidak hanya sebagai materi akademik, tetapi juga sebagai ruang pengabdian nyata bagi bangsa.
“Saya berharap para praja dan mahasiswa memiliki kepedulian serta komitmen untuk turut berkontribusi dalam pembangunan kawasan perbatasan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Edfrie, membacakan arahan Mendagri.
Baca juga : Kolaborasi Literasi Keuangan Syariah, Bank BSN Dukung Bisnis Pegadaian
Edfrie menjelaskan, BNPP MENYALA merupakan gagasan langsung Mendagri yang bertujuan memperkenalkan peran dan fungsi BNPP secara lebih luas kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah perbatasan. Menurutnya, penguatan literasi publik mengenai isu perbatasan menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan wilayah negara.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Biro Keuangan, Umum dan Humas BNPP, Belly Isnaeni mengatakan BNPP MENYALA merupakan bagian dari strategi komunikasi publik lembaga untuk mendekatkan isu perbatasan kepada generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
“Perbatasan adalah ruang hidup bersama yang mencerminkan kehadiran negara, kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan bagi rakyat,” ujar Belly.
Di kesempatan sama, Kelompok Ahli BNPP Robert Simbolon mengajak para praja dan mahasiswa melihat kawasan perbatasan sebagai sebuah entitas yang utuh. Menurutnya, perbatasan membentuk sistem sosial, budaya, ekonomi dan politik yang saling berkaitan.
Baca juga : Acaraki Jamu Festival 2026 Ajak Generasi Muda Cintai Jamu
Robert menjelaskan, perbatasan memiliki fungsi formal dan substansial. Entah itu ke dalam sebagai instrumen pengaturan administrasi serta hukum nasional, maupun ke luar sebagai penanda awal hubungan antarnegara. Ia menilai tantangan pengelolaan perbatasan Indonesia semakin kompleks karena sekitar 75 persen wilayah Indonesia berupa perairan yang terbuka terhadap mobilitas lintas negara.
Selain itu, Kepala Bidang Koordinasi Pelaksanaan Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan BNPP, Sri Ratna Pasiak menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam pembangunan kawasan perbatasan, khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.
Menurut Sri Ratna, kawasan perbatasan merupakan wajah negara yang mencerminkan sejauh mana negara hadir untuk masyarakat. Ia juga memaparkan sejumlah potensi unggulan wilayah perbatasan Sulawesi Utara. Mulai dari komoditas pertanian seperti pala, kelapa dan cengkeh hingga sektor kelautan dan perikanan yang berpeluang besar mendukung perdagangan nasional dan ekspor.
Dari kalangan akademisi, Koordinator Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado, Goinpeace H. Tumbel mengungkapkan kawasan perbatasan masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Antara lain keterbatasan akses dan kualitas pendidikan, infrastruktur dasar, serta tantangan terkait identitas dan nasionalisme.
Baca juga : Kakorlantas: Operasi Patuh 2026 Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas
Ia menegaskan semangat bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan militer, tetapi juga melalui penguasaan kompetensi, soft skill, dan hard skill yang memadai. Tujuannya agar generasi muda mampu berpartisipasi secara inklusif dalam pembangunan bangsa.
Melalui program BNPP MENYALA, BNPP berharap generasi muda semakin memahami kompleksitas pengelolaan kawasan perbatasan dan tumbuh menjadi agen perubahan yang memiliki kepedulian, kapasitas, serta komitmen kebangsaan. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul agar mampu menjaga kedaulatan negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya