Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Andi Gani Puji Langkah Cepat Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri
Senin, 29 Juni 2026 22:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas keputusan menurunkan harga gas industri dari 23 dolar AS menjadi 13 dolar per MMBTU.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan dunia industri sekaligus mencegah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Hari ini merupakan sejarah luar biasa. Pemerintah mengambil langkah cepat untuk menurunkan harga gas industri yang menjadi tuntutan kita semua. Tepuk tangan buat pemerintah. Luar biasa," kata Andi Gani dalam konferensi pers di Kantor DPP KSPSI Jakarta, Senin (29/6/2026).
Andi Gani menegaskan, perjuangan KSPSI dilakukan bukan hanya untuk kepentingan anggotanya, tetapi untuk seluruh buruh Indonesia yang bekerja di sektor industri pengguna gas.
Baca juga : BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah Optimalkan Pembiayaan Produktif
"Perjuangan ini bukan hanya untuk anggota KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wea, tetapi untuk seluruh buruh Indonesia. Kemenangan ini adalah kemenangan buruh Indonesia," tegasnya.
Andi Gani mengungkapkan, sebelum pemerintah mengambil keputusan tersebut, KSPSI telah melakukan berbagai upaya dengan menemui sejumlah pejabat negara.
Mulai dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, hingga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Andi Gani menilai, langkah tersebut ditempuh setelah KSPSI menghitung potensi dampak tingginya harga gas industri yang mengancam sekitar 55 ribu pekerja dengan risiko PHK.
Baca juga : GAIKINDO: Kemenperin Terus Perkuat Daya Saing Industri Otomotif RI
"Kami berjuang agar badai PHK tidak terjadi. Kalau perusahaan kolaps, tentu buruh yang menjadi korban," ujarnya.
Ia menyebut keputusan pemerintah menurunkan harga gas industri bahkan melampaui harapan KSPSI yang sebelumnya memperkirakan harga akan berada di kisaran 14-15 dolar AS per MMBTU. Meski demikian, KSPSI akan terus mengawal implementasi kebijakan tersebut, terutama di tengah dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia.
"Pemerintah sudah menunjukkan keberpihakan kepada buruh dan industri. Tugas kita sekarang memastikan kebijakan ini benar-benar menjaga keberlangsungan usaha dan mencegah PHK," jelasnya.
Walaupun harga gas industri telah diturunkan, Andi Gani menyoroti kasus PHK di PT Granito yang telah berdampak kepada 447 anggota KSPSI. Ia menegaskan pihaknya akan segera bertemu dengan manajemen perusahaan untuk mencari solusi agar para pekerja dapat kembali bekerja.
Baca juga : Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Beri Ruang Inovasi Bagi Direksi
Menurut Andi Gani, apabila perusahaan tidak mampu melanjutkan operasionalnya, Pemerintah telah menyiapkan berbagai opsi penyelamatan, termasuk mencarikan investor baru atau mengambil alih perusahaan melalui mekanisme yang sedang disiapkan.
"Kalau perusahaan tetap tidak sanggup melanjutkan usahanya, pemerintah sudah menyampaikan komitmennya untuk mengambil langkah penyelamatan agar para buruh tetap mendapatkan pekerjaan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya