Dark/Light Mode

Jamaludin Malik: Pemerintah Sudah Menjamin Pasokan Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 11:33 WIB
Foto; Fraksi Golkar DPR.
Foto; Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar Jamaludin Malik menilai, penguatan manajemen pasokan dan distribusi batu bara menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menjalankan fungsi penjaminan pasokan energi primer dengan baik, sehingga diperlukan sinergi seluruh pihak agar pasokan tersebut dapat tersalurkan secara optimal hingga ke pembangkit listrik.

Jamaludin mengapresiasi langkah cepat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam merespons terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah.

Ia menilai, penjelasan yang disampaikan Kementerian ESDM memberikan gambaran mengenai kondisi pasokan batu bara nasional dan langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah.

Baca juga : Bahlil Minta PLN Gercep Atasi Pemadaman, Tegaskan Batu Bara Aman

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kebutuhan batu bara PLN pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 154 juta ton.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) telah memberikan penugasan kepada perusahaan pertambangan nasional melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 180 hingga 190 juta ton.

“Data yang disampaikan Menteri ESDM sangat jelas. Kebutuhan PLN sekitar 154 juta ton, sementara Ditjen Minerba telah menugaskan pasokan hingga 180 sampai 190 juta ton. Dari jumlah itu, yang sudah dikontrakkan baru sekitar 134 juta ton. Artinya, tantangannya adalah bagaimana pasokan yang telah dialokasikan pemerintah tersebut dapat segera dikontrak, didistribusikan, dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan pembangkit,” ujar Jamaludin, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah kebutuhan batu bara berkalori menengah yang digunakan untuk proses blending di sejumlah pembangkit.

Baca juga : Jualan Daun Pisang Antar Mbah Painah Berhaji

Dalam hal ini, Jamaludin mengapresiasi langkah Kementerian ESDM dan Ditjen Minerba yang telah memastikan pemasok batu bara berkalori menengah segera mengirimkan pasokan ke sejumlah pembangkit, khususnya di wilayah Jawa.

Selain itu, ia juga mencermati adanya dua unit pembangkit besar yang sedang menjalani pemeliharaan (maintenance), sehingga berdampak pada daya mampu sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali.

Menurutnya, percepatan penyelesaian pemeliharaan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem.

Karena itu, Jamaludin mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rantai pasok batu bara, distribusi logistik, serta operasional pembangkit agar pasokan yang telah disiapkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Perlonggar Kebijakan Visa

“Kami mengapresiasi langkah Menteri ESDM dan Ditjen Minerba yang telah memastikan pasokan batu bara tersedia dan memberikan penugasan yang bahkan melebihi kebutuhan PLN. Ke depan, seluruh proses distribusi dan operasional perlu terus diperkuat agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap andal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II itu berharap sinergi antara pemerintah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan sektor energi dapat terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan listrik nasional serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.