Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit
- Prancis Vs Swedia, Les Bleus Diunggulkan, Blagult Tanpa Beban
- Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
- Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman
- Saat Jepang Out di Piala Dunia 2026, KUAI Jepang & Dubes Brazil Ternyata Nobar
Indonesia Tuan Rumah The 31st SOM CPOPC, Perkuat Koordinasi Produsen Sawit
Selasa, 30 Juni 2026 16:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 31st Senior Officials Meeting (SOM) of the Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di Jakarta.
Pertemuan ini merupakan forum koordinasi strategis bagi negara-negara produsen minyak sawit untuk membahas berbagai isu prioritas sekaligus memperkuat kerja sama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri kelapa sawit.
Pertemuan yang digelar secara hybrid tersebut dihadiri delegasi negara anggota CPOPC, yakni Indonesia, Malaysia, Honduras, Republik Demokratik Kongo, dan Papua Nugini.
Hadir pula negara pengamat yang terdiri atas Ghana, Kolombia, dan Nigeria, Sekretariat CPOPC, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat Ekonomi Sirkular di Pesisir Banten
Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman turut hadir sebagai bagian dari delegasi Indonesia.
Sebagai salah satu negara pendiri CPOPC sekaligus produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memandang penguatan kerja sama antarnegara produsen sebagai langkah penting untuk menjaga ketahanan industri sawit global, meningkatkan daya saing, serta mendorong praktik pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Dalam SOM CPOPC ke-31, para delegasi membahas sejumlah agenda strategis, antara lain tindak lanjut hasil pertemuan sebelumnya, perkembangan program kerja CPOPC, penguatan riset dan komunikasi publik, pemberdayaan petani sawit, serta koordinasi dalam merespons berbagai isu perdagangan internasional dan keberlanjutan.
Forum tersebut juga membahas isu ketertelusuran rantai pasok dan implementasi berbagai regulasi global, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang menjadi perhatian utama negara-negara produsen minyak sawit.
Baca juga : LPSK Telaah JC Sony Sonjaya, Akan Koordinasi dengan Kejagung
Selain itu, para delegasi turut menyoroti perkembangan kondisi global sepanjang 2026 yang ditandai meningkatnya ketidakpastian akibat perubahan iklim, dinamika permintaan pasar, serta volatilitas harga minyak nabati (vegetable oils).
Dalam konteks tersebut, CPOPC dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi dan dialog bagi negara-negara produsen minyak sawit untuk merumuskan langkah bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
"Melalui forum ini, Indonesia juga mendorong penguatan posisi bersama negara-negara anggota CPOPC dalam mewujudkan tata kelola perdagangan minyak sawit yang adil, transparan, berbasis bukti ilmiah, serta tidak diskriminatif," ujarnya.
Sinergi antarnegara produsen diharapkan mampu memperkuat penerimaan minyak sawit di pasar global sekaligus menjaga kontribusinya terhadap ketahanan energi, pembangunan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Baca juga : Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Hukum, Implementasikan MLA
Sebagai lembaga pengelola dana perkebunan, BPDP terus mendukung berbagai program strategis pengembangan sektor kelapa sawit nasional, termasuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, promosi, serta pengembangan program biodiesel.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.
Penyelenggaraan The 31st Senior Officials Meeting CPOPC di Jakarta diharapkan menghasilkan rekomendasi dan kesepakatan strategis yang semakin memperkuat koordinasi antarnegara anggota dalam merespons dinamika global.
Hasil pertemuan ini juga diharapkan menjadi landasan bagi penguatan kerja sama untuk mendukung industri minyak sawit yang berkelanjutan, berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi negara-negara produsen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya