Dark/Light Mode

Leaders Talk 2026 Perkuat Kolaborasi Zakat Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 11:43 WIB
Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana bersama para pimpinan lembaga zakat mengikuti Leaders Talk 2026 di The Tower BSI, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Dok. FOZ
Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana bersama para pimpinan lembaga zakat mengikuti Leaders Talk 2026 di The Tower BSI, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Dok. FOZ

RM.id  Rakyat Merdeka - Forum Zakat (FOZ) bersama Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Leaders Talk 2026 di The Tower BSI Gatot Subroto, Rabu (10/6/2026). Mengusung tema “Menguatkan Kolaborasi Zakat Nasional untuk Wujudkan Indonesia Berdaya”, forum ini menjadi momentum strategis dalam menyatukan arah gerakan zakat nasional berbasis kolaborasi dan integrasi.

Sebanyak 89 lembaga anggota FOZ turut hadir dalam forum yang berlangsung guyub dan khidmat tersebut. Sejumlah pemangku kepentingan utama turut memberikan pandangan strategis, termasuk Ketua BAZNAS Sodik Mudjah yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.

“Potensi zakat Indonesia mencapai sekitar Rp340 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp44 triliun. Kolaborasi SDM, jaringan, serta integrasi data muzakki menjadi kunci untuk meningkatkan capaian tersebut,” ujarnya.

Kolaborasi juga diperkuat melalui sinergi dengan sektor perbankan syariah. Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan komitmennya dalam mendukung digitalisasi pengelolaan zakat, termasuk pengembangan pusat digital yang dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS daerah dan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana zakat.

Baca juga : MILLS Perkuat Ekosistem Lari Nasional Lewat Smartfren Run 2026

Sekretaris Umum POROZ, Angga Nugraha, menegaskan bahwa langkah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) menjadi tonggak penting dalam menyatukan gerakan zakat nasional. “Potensi zakat yang sangat besar membutuhkan kesatuan langkah. MoU ini menjadi pijakan untuk memperkuat sinergi antar-lembaga,” jelasnya.

Dalam sesi keynote, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dyah Tri Kumolosari mengungkapkan bahwa sebanyak 2,2 juta jiwa masih berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem. Ia menekankan bahwa penguatan kolaborasi zakat menjadi bagian penting dalam strategi pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan berbasis data.

“Potensi zakat akan berdampak signifikan jika dikelola berbasis data dan terintegrasi. Fokus intervensi pada desa dan wilayah prioritas harus diperkuat untuk mendorong graduasi kemiskinan,” ujarnya.

Diskursus dalam Zakat Talk turut menyoroti pentingnya menurunkan ego sektoral antar lembaga. Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghofur menegaskan bahwa kolaborasi menjadi prasyarat utama agar zakat dapat dikelola lebih efektif dan berdampak luas.

Baca juga : Dave Laksono: Golkar Perkuat Diplomasi ASEAN dengan Strategi Ekuidistan

Sementara itu, Ketua Umum FOZ Wildhan Dewayana, memperkenalkan pendekatan dual track activities dalam penguatan zakat nasional, yakni penguatan kinerja internal lembaga serta optimalisasi kinerja kolektif dalam ruang kolaborasi. Pendekatan ini ditopang oleh empat pilar utama: komunikasi, harmonisasi, integrasi, dan konektivitas ekosistem.

Isu integrasi data menjadi sorotan utama dalam sesi kedua bertajuk Harmoni Gerakan Zakat Melalui Data. Forum ini menghasilkan komitmen bersama anggota FOZ untuk membangun platform dashboard pendataan zakat nasional. Penandatanganan nota kesepakatan terkait platform data tersebut menjadi langkah konkret menuju pengelolaan zakat yang lebih terintegrasi.

Ketua Bidang Inovasi dan Literasi FOZ Eko Muliansyah, menekankan bahwa transformasi digital zakat tidak lagi berfokus pada pembangunan aplikasi semata, melainkan pada pembangunan ekosistem data bersama.

“Yang dibutuhkan saat ini bukan kesempurnaan sistem, melainkan kesediaan untuk memulai. Data yang terintegrasi akan mengubah tumpukan informasi menjadi lompatan dampak,” ujarnya.

Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat Keandalan Pembangkit Nasional Dengan Inovasi DOTA

Melalui Leaders Talk 2026, FOZ, POROZ, dan BAZNAS menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi, integrasi data, serta sinergi program dalam mendorong zakat sebagai instrumen strategis pembangunan kesejahteraan umat di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.