Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit
- Prancis Vs Swedia, Les Bleus Diunggulkan, Blagult Tanpa Beban
- Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
- Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman
- Saat Jepang Out di Piala Dunia 2026, KUAI Jepang & Dubes Brazil Ternyata Nobar
Gapasdap Dukung B50, Minta Uji Keselamatan Kapal Didahulukan
Selasa, 30 Juni 2026 18:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mendukung rencana pemerintah menerapkan biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, implementasinya di sektor pelayaran diminta dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan hasil uji ilmiah dan aspek keselamatan.
Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, mengatakan operator kapal penyeberangan mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Meski begitu, karakteristik operasional kapal berbeda dengan kendaraan darat sehingga penerapan B50 memerlukan kehati-hatian.
"Kapal penyeberangan mengangkut jutaan penumpang, kendaraan, dan logistik antarpulau setiap tahun. Karena itu, setiap perubahan spesifikasi bahan bakar harus dipastikan tidak menurunkan tingkat keselamatan, keandalan mesin, maupun kontinuitas pelayanan kepada masyarakat," kata Khoiri di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Baca juga : Segera Limpahkan Berkas, KPK Pantau Kesehatan Yaqut Di Rumah Sakit Polri
Menurut Khoiri, gangguan pada sistem bahan bakar yang mungkin masih dapat ditoleransi pada kendaraan darat berpotensi menimbulkan risiko lebih besar apabila terjadi saat kapal sedang berlayar.
Ia juga mengingatkan bahwa ketentuan International Maritime Organization (IMO) memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan biofuel dengan kandungan campuran di atas 30 persen. Penggunaannya harus memenuhi persyaratan tambahan agar tidak memengaruhi kepatuhan mesin terhadap standar emisi maupun aspek keselamatan operasional.
Selain itu, sejumlah hasil penelitian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunjukkan biodiesel berkadar tinggi berpotensi menurunkan performa mesin, meningkatkan konsumsi bahan bakar, serta mengubah karakteristik bahan bakar sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam pengoperasian mesin kapal.
Baca juga : Manohara, Lagi Sibuk Selamatkan Satwa Langka
Kajian tersebut juga mencatat biodiesel lebih mudah mengalami degradasi selama penyimpanan, rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme, dan meningkatkan pembentukan endapan (sludge). Kondisi itu berpotensi mempercepat penyumbatan filter, menambah beban separator, serta meningkatkan kebutuhan perawatan mesin.
"Keselamatan pelayaran tidak boleh dikompromikan. Karena itu implementasi B50 harus diawali melalui pengujian yang memadai sebelum diterapkan secara luas," tegas Khoiri.
Di sisi lain, Gapasdap menilai penggunaan B50 berpotensi meningkatkan biaya operasional perusahaan pelayaran. Tambahan biaya diperkirakan berasal dari meningkatnya konsumsi bahan bakar, frekuensi penggantian filter, pembersihan tangki, penyesuaian separator, penggunaan aditif, penyediaan suku cadang, hingga meningkatnya kebutuhan perawatan mesin.
Baca juga : Motor Listrik Makin Banyak, Pengamat Minta Standar Keselamatan Diperketat
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, Gapasdap mengusulkan pelaksanaan pilot project nasional sebelum implementasi B50 dilakukan secara menyeluruh. Uji coba tersebut diharapkan melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Pertamina, BKI, perguruan tinggi, produsen mesin, serta pelaku usaha pelayaran.
Menurut Gapasdap, kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh aspek teknis, keselamatan, dan keekonomian dapat dievaluasi secara komprehensif sebelum kebijakan diterapkan secara nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya