Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
BeliLokal Tokopedia & TikTok Shop Dongkrak Penjualan Sakha Coffee 60 Persen
Senin, 13 Juli 2026 19:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program #BeliLokal Tokopedia dan TikTok Shop telah mendukung 20 ribu lebih penjual lokal pilihan di sepanjang kuartal I-2026.
Jumlah penjual yang bergabung meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah listing produk Buatan Indonesia tumbuh 44 persen hingga mendekati 2 juta produk, mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap produk lokal.
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Vonny Ernita Susamto mengatakan, program tersebut terbukti membantu produk lokal berkembang melalui ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop.
Terdapat lapangan kerja yang tercipta, petani yang memperoleh akses pasar lebih luas, dan rantai pasok lokal yang semakin kuat.
“Melalui #BeliLokal, kami ingin semakin banyak UMKM Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya," katanya dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Tokopedia dan TikTok Shop terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk memperkuat kapasitas UMKM.
Baca juga : Jakarta Fair 2026, Sharp Optimistis Kejar Penjualan 20 Persen
Sejak 2024, program Waktunya STARt Go Digital telah melatih lebih dari 4.800 UMKM, kreator, dan afiliator, dengan lebih dari 77 persen peserta berasal dari luar Jabodetabek.
Tokopedia dan TikTok Shop juga terus berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga Pemerintah untuk memperluas digitalisasi UMKM melalui pelatihan, pengembangan kreator, serta berbagai program pemberdayaan di berbagai daerah.
Salah satu penjual yang merasakan manfaat program tersebut adalah Sakha Coffee asal Bekasi, Jawa Barat. Sang pemilik Teuku Andi Nova Reza mengatakan, ketika mengikuti program #BeliLokal Tokopedia dan TikTok Shop.
Selama kampanye berlangsung, penjualan Sakha Coffee meningkat hingga 60 persen dibandingkan hari biasa. Di antara berbagai kolaborasi yang pernah dilakukan, peluncuran eksklusif kopi Excelsa asal Sumedang menjadi salah satu yang paling membanggakan.
“Varietas kopi yang hanya menyumbang sekitar 2 persen dari produksi kopi dunia tersebut berhasil terjual habis, sekaligus memperkenalkan salah satu kekayaan kopi Indonesia kepada lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Produknya juga telah menjangkau pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia. Kini, sekitar 40 persen dari total penjualan Sakha Coffee berasal dari kedua platform tersebut, menjadikannya salah satu kanal penjualan utama perusahaan.
Baca juga : Kakorlantas: Tingkat Pengaduan Terkait Tugas Polantas Hanya 6,8 Persen
Teuku mengungkapkan, tidak hanya memperluas jangkauan pasar, konten juga mengubah cara Sakha Coffee berinteraksi dengan pelanggan.
“Melalui video pendek, LIVE Shopping, serta kolaborasi bersama kreator, masyarakat tidak hanya membeli kopi. Tetapi juga mengenal cerita di balik setiap origin kopi Indonesia, cara penyeduhan, hingga karakter rasa setiap produk,” katanya.
Menariknya, sesi LIVE Shopping juga menarik perhatian pelaku usaha seperti pemilik coffee shop yang melakukan pembelian untuk kebutuhan bisnis mereka.
Pengalaman ini menunjukkan bagaimana konten tidak hanya menghubungkan penjual dengan konsumen, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha.
"Tokopedia dan TikTok Shop membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia,” ucap Teuku.
Yang terpenting, tambang Teuku, dia bisa menceritakan asal-usul setiap kopi kepada konsumen melalui konten dan LIVE Shopping.
Baca juga : Siapkan SDM Terbaik, Dony Oskaria Pastikan DSI Dikelola Profesional & Transparan
“Ketika orang memahami cerita di balik produknya, mereka tidak hanya membeli kopi, tetapi juga menghargai perjalanan di baliknya," ujarnya.
Sakha Coffee didirikan pada 2018 di Bekasi, yang lahir dari pengalaman pendirinya yang pernah bekerja di sebuah roastery internasional.
Berbekal kedekatan dengan para petani kopi di Aceh, Sakha Coffee mulai membangun bisnis dengan fokus menghadirkan kopi origin Indonesia yang berkualitas sekaligus mudah diakses oleh masyarakat.
Berawal dari tim kecil yang hanya terdiri dari lima orang, Sakha Coffee kini telah berkembang menjadi perusahaan yang membuka peluang kerja bagi lebih dari 100 orang.
Pertumbuhan tersebut mencakup tim kantor, produksi dan pengemasan, hingga para host LIVE Shopping yang menjadi bagian dari perjalanan bisnis Sakha Coffee, mulai dari tim kantor, produksi dan pengemasan, hingga para host LIVE Shopping.
Perusahaan juga bermitra dengan petani kopi dari berbagai daerah, termasuk Mandailing, Karo, Lampung, Jawa Barat, Temanggung, Ijen, Flores, Bali, Toraja, dan Papua, sehingga semakin banyak hasil panen kopi Nusantara yang dapat menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya