Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Densus 88 Dan Gegana Sisir Lokasi, Ancaman Bom Bikin Geger SD Di Srengseng
Selasa, 14 Juli 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Suasana hari pertama masuk sekolah usai libur panjang di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026), mendadak berubah mencekam.
Sekolah diteror ancaman bom lewat pesan yang dikirim kepada seorang guru dan petugas tata usaha.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, begitu menerima laporan, personel langsung diturunkan ke lokasi.
“Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror melakukan penyi siran di lingkungan sekolah. Siswa dan guru dievakuasi, sebagai langkah keselamatan,” kata Budi.
Baca juga : Popularitasnya Nyungsep, Netanyahu Pede Menang
Ancaman itu diterima ketika para siswa dan guru sedang mengikuti upacara pada hari pertama kegiatan belajar mengajar. Meski sempat membuat panik, proses evakuasi berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat.
Usai memastikan situasi aman, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi kini memburu pengirim pesan ancaman, sekaligus mengusut motif di balik aksi teror tersebut. “Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP, dan mendalami asal pesan ancaman itu,” ujar Budi.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya, dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada Kepolisian.
Baca juga : Celine Evangelista, Tepis Gosip Jadi Wanita Simpanan...
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan serta penyelidikan secara menyeluruh,” pungkas Budi.
Kemudian, Polda Metro Jaya melakukan pengusutan. Dalam pengusutan ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial MY yang diduga sebagai pelaku teror tersebut.
Budi mengatakan, MY merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi sekolah. Pelaku telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif. “Masih dilakukan pendalaman oleh penyidik terkait motif dan tujuan yang bersangkutan,” ujar Budi.
Akibat adanya teror tersebut, aktivitas belajar mengajar sempat terganggu. Demi alasan keamanan, pihak sekolah memulangkan seluruh siswa lebih awal, sambil menunggu proses sterilisasi dan penyelidikan aparat kepolisian.
Baca juga : Kapolri-Jaksa Agung Mesra Di Senayan
Budi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan, terlebih jika menyasar lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para siswa untuk belajar.
“Jangan sampai dunia pendidikan terganggu oleh aksi-aksi yang menimbulkan ketakutan. Kita semua punya tanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan putra-putri kita dalam menempuh pendidikan,” tegasnya.
Polisi memastikan, penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif pelaku, serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi teror tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya