Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Selangkah Lagi, Luis de la Fuente Ukir Sejarah
- Fabio Calonego Bakal 2 Musim Lagi Bareng Persija
- Tak Masuk Proyeksi Musim 2026/27, Persib Lepas Dimas Drajad
- Luke Anthony Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Menuju Piala Dunia 2030
- Kasus Korupsi & TPPU, Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok
Perkuat Ketahanan Rantai Pasok Nasional
Patimban Siap Jadi Gerbang Logistik dan Industri Indonesia
Rabu, 15 Juli 2026 19:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelabuhan Patimban resmi melayani pelayaran perdana peti kemas internasional melalui sandarnya kapal Mediterranean Shipping Company (MSC) Aria III di Terminal Peti Kemas Patimban, Subang, Jawa Barat.
Kapal sepanjang lebih dari 200 meter itu datang dari Singapura sebelum melanjutkan pelayaran ke Laem Chabang, Thailand, serta tiga pelabuhan utama di China, yakni Shekou, Ningbo, dan Shanghai.
Kehadiran kapal tersebut menandai dimulainya layanan peti kemas internasional reguler di Pelabuhan Patimban.
Senior Vice President International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) sekaligus Komisaris PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, layanan kontainer internasional MSC bukan sekadar penambahan rute pelayaran, tetapi menjadi tonggak terbentuknya ekosistem logistik baru yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.
"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar pelabuhan besar. Kita memerlukan jaringan pelabuhan yang saling terintegrasi, mampu melayani arus perdagangan internasional secara efisien, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional di tengah dinamika geopolitik dan disrupsi global," ujar Yukki dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan layanan MSC diharapkan menjadi pemicu masuknya perusahaan pelayaran internasional lainnya sehingga jaringan pelayaran Patimban semakin luas, mencakup Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.
Mengacu pada data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), sekitar 80 persen volume perdagangan dunia diangkut melalui jalur laut.
Karena itu, efisiensi pelabuhan menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing suatu negara.
Baca juga : PGN Pasok Gas Ke Pabrik Sepeda Di Semarang, Dukung Industri Hijau
Saat ini, Terminal Peti Kemas Patimban yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare memiliki kapasitas 250.000 TEUs per tahun.
Melalui pengembangan oleh PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT), kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1,65 juta TEUs per tahun.
Dalam jangka panjang, kapasitas terminal peti kemas Patimban dirancang mencapai 7,5 juta TEUs per tahun, ditambah kapasitas terminal otomotif sebesar 600.000 unit kendaraan per tahun, menjadikannya salah satu proyek pelabuhan terintegrasi terbesar di Indonesia.
Peningkatan kapasitas dilakukan secara bertahap. Terminal mulai beroperasi pada Januari 2026 dengan satu unit Mobile Harbour Crane (MHC), kemudian ditambah dua unit MHC pada April 2026.
Selanjutnya, tiga unit Ship-to-Shore (STS) Crane dan sembilan unit Electric Rubber-Tyred Gantry (E-RTG) ditargetkan terpasang pada Desember 2026.
Sebelumnya, pada September 2026 juga akan dilakukan penambahan sembilan unit RTG, tiga STS crane, empat reach stacker, dan 16 unit truk operasional.
Dengan tambahan peralatan tersebut, kapasitas terminal diproyeksikan meningkat dari sekitar 250.000 TEUs menjadi 800.000 TEUs per tahun.
"Investasi peralatan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas terminal, tetapi juga memperbaiki produktivitas bongkar muat, mengurangi waktu sandar kapal, serta meningkatkan kepastian jadwal pelayaran," jelas Yukki yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Logistik dan Freight Forwarder Indonesia (ALFI).
Baca juga : Takeda dan Indonesia Perkuat Ketahanan Kesehatan & Industri Biofarmasi
Selain terminal peti kemas, Pelabuhan Patimban juga mengoperasikan terminal kendaraan sejak 2022 di lahan seluas 22,4 hektare dengan kapasitas 218.000 unit kendaraan completely built up (CBU) per tahun.
Data PT Patimban International Car Terminal (PICT) menunjukkan sepanjang 2025 terminal tersebut melayani 204.774 unit kendaraan CBU.
Mayoritas merupakan kendaraan ekspor, sementara 13.381 unit merupakan kendaraan impor dan 65.688 unit dikirim ke pasar domestik.
Hingga Juni 2026, Patimban telah melayani ekspor 63.086 unit mobil dan impor 7.262 unit kendaraan. Volume tersebut melampaui distribusi domestik melalui Pelabuhan Belawan dan Batam yang tercatat sebanyak 37.110 unit.
Dari sisi infrastruktur, kedalaman dermaga yang kini mencapai minus 14 meter low water spring (LWS) memungkinkan kapal mengangkut 5.000 hingga 6.000 unit kendaraan dalam sekali sandar, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 4.000 unit.
Sementara itu, pembangunan jalan tol sepanjang 37 kilometer yang menghubungkan Tol Cikopo–Palimanan dengan Pelabuhan Patimban ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir 2026.
Sebagian ruas dijadwalkan mulai terhubung pada 2027 sehingga memangkas waktu tempuh dari kawasan industri Karawang Timur dan Pantura Jawa Barat dari sekitar dua jam menjadi hanya 30–40 menit.
Yukki menegaskan, dalam visi Patimban 2036, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi Integrated Container and Automotive Gateway of Indonesia yang menopang perdagangan internasional sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional.
Baca juga : Pertamina Dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem SAF Di Indonesia
Fase pertama adalah hadirnya layanan pelayaran internasional. Fase kedua tersedianya infrastruktur dan peralatan kelas dunia. Fase ketiga membangun volume muatan dan jaringan pelayaran global.
"Ketika ketiganya berjalan beriringan, Patimban akan semakin siap menjadi gerbang logistik dan otomotif Indonesia," tegasnya.
Ia menambahkan, visi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui lima pilar utama, yakni collaboration, connectivity, competitiveness, sustainability, dan supply chain resilience, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Mulai dari pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, industri, bea cukai, akademisi, hingga asosiasi logistik.
"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis Patimban akan berkembang menjadi salah satu pelabuhan paling strategis di Asia sekaligus menjadi warisan penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia pada masa depan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya