Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (20/7/2026). Mata uang Garuda turun 0,58 persen ke level Rp17.990 per dolar AS dari posisi penutupan Jumat (17/7/2026) yang berada di Rp17.885 per dolar AS.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang justru menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura naik 0,05 persen, yen Jepang menguat 0,04 persen, yuan China naik 0,03 persen, ringgit Malaysia menguat 0,21 persen, dan won Korea Selatan naik 0,33 persen.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 17.982
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia tercatat melemah 0,05 persen ke level 100,53.
Adapun terhadap mata uang lainnya, rupiah menguat 0,59 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 24.197, menguat 0,37 persen terhadap euro ke level Rp 19.947, serta naik 0,71 persen terhadap dolar Australia ke posisi Rp 12.569.
Baca juga : Rupiah Dibuka Melemah Tipis Ke Rp 18.071
Analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan, nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia dan menopang penguatan dolar AS.
“Pelemahan kemungkinan terbatas oleh dukungan sentimen domestik yang masih kuat dari aliran dana asing (inflow) ke pasar saham maupun Surat Berharga Negara (SBN),” kata Lukman.
Baca juga : Makin Lemah, Rupiah Tembus Rp 18.122
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya