Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dorong Transfer Teknologi Dan Industri Robotika
RI Gandeng Produsen Robot Raksasa China
Selasa, 21 Juli 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia menjajaki peluang kerja sama dengan produsen robot asal China, Unitree Robotics, untuk mendorong transfer teknologi dan pengembangan industri robotika nasional.
Penjajakan dilakukan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China. Kunjungan tersebut dilakukan di sela agenda deklarasi pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
Airlangga menyaksikan demonstrasi robot humanoid dan robot quadruped buatan Unitree Robotics yang telah dimanfaatkan secara komersial untuk inspeksi industri, patroli gardu listrik, hingga riset kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai universitas dunia.
Robot quadruped merupakan robot berkaki empat yang dirancang meniru cara berjalan hewan, seperti anjing atau kambing. Teknologi ini mampu beroperasi di medan yang sulit dilalui kendaraan beroda, sehingga banyak dimanfaatkan untuk tugas-tugas berisiko tinggi.
Baca juga : Demokrat Kalsel Bakal Gelar Muscab Serentak
Berdasarkan siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Unitree Robotics telah mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped ke berbagai negara dan menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar global.
“Robotika cerdas dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan kerja di lingkungan berbahaya. Seperti sektor pertambangan, minyak dan gas, serta ketenagalistrikan nasional,” kata Airlangga dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Selain mengunjungi Unitree Robotics, Airlangga juga mendatangi Deep Robotics, perusahaan yang mengembangkan robot quadruped untuk inspeksi industri, tanggap darurat dan operasi berisiko tinggi.
“Harus terus didorong perwujudan transfer teknologi dan potensi perakitan, serta supply chain di Indonesia agar sejalan dengan program hilirisasi dan pengembangan sumber daya manusia,” imbuh Airlangga.
Baca juga : Warning DPRD: Ingat, Proyek Jangan Molor!
Menurut politisi Partai Golkar itu, teknologi robotika sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Terutama untuk mendukung operasional sektor energi, pertambangan, serta memperkuat kapasitas penanganan bencana di wilayah terpencil.
Airlangga juga mengunjungi China Information and Communication Technologies (CICT) beserta anak usahanya, FiberHome. Pemerintah melihat peluang kerja sama investasi untuk pengembangan pusat data (data center) dan infrastruktur komunikasi generasi berikutnya di Indonesia.
Rangkaian kunjungan itu bagian dari upaya Pemerintah memperkuat kemitraan investasi dan transfer teknologi dengan perusahaan teknologi China. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai negara pendiri WAICO dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan dan industri digital nasional.
Airlangga mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan AI dan infrastruktur digital di kawasan. Hingga 2026, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 235 juta orang atau setara tingkat penetrasi 81 persen.
Baca juga : Argentina Berlagak Preman
Penguatan ekosistem digital juga didukung oleh 182 pusat data yang telah beroperasi di Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di Jakarta sebanyak 94 pusat data dan Batam 16 pusat data.
Pertumbuhan layanan komputasi awan dan AI diproyeksikan terus meningkatkan kebutuhan kapasitas pusat data nasional, sekaligus membuka peluang investasi baru. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 21 Juli 2026 dengan judul "Dorong Transfer Teknologi Dan Industri Robotika, RI Gandeng Produsen Robot Raksasa China"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya