Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Selangkah Lagi, Luis de la Fuente Ukir Sejarah
- Fabio Calonego Bakal 2 Musim Lagi Bareng Persija
- Tak Masuk Proyeksi Musim 2026/27, Persib Lepas Dimas Drajad
- Luke Anthony Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Menuju Piala Dunia 2030
- Kasus Korupsi & TPPU, Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok
Komdigi Dukung Pengembangan AI Lokal Untuk Perkuat Keamanan Siber
Rabu, 15 Juli 2026 19:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) oleh perusahaan dalam negeri sebagai upaya memperkuat keamanan siber sekaligus meningkatkan daya saing industri digital Indonesia.
Dukungan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah dalam peluncuran Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan PT ITSEC Asia Tbk, di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Edwin mengatakan perkembangan AI membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru berupa meningkatnya ancaman terhadap keamanan siber.
"Perkembangan kecerdasan artifisial membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, sekaligus membawa tantangan baru yang perlu diantisipasi, termasuk dalam aspek keamanan siber," kata Edwin.
Baca juga : Luncurkan Bronyx AI, ITSEC Asia Bidik Pasar Keamanan Siber
Ia mengapresiasi langkah ITSEC Asia yang mengembangkan solusi keamanan siber berbasis AI di dalam negeri untuk menjawab kebutuhan industri.
Menurut Edwin, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa talenta dan industri teknologi Indonesia memiliki kapasitas untuk menghasilkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan nasional sekaligus mampu bersaing di pasar global.
"Kami mengapresiasi upaya pelaku industri nasional seperti ITSEC Asia dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dari Indonesia untuk menjawab kebutuhan nyata industri. Inisiatif seperti ini menunjukkan kapasitas talenta dan industri teknologi Indonesia untuk menciptakan solusi yang relevan bagi kebutuhan nasional serta meningkatkan daya saing di tingkat global," ujarnya.
Peluncuran Bronyx AI turut dihadiri Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana dan Anggota Dewan Etik Asosiasi Fintech Indonesia Yudho Giri Sucahyo. Dalam forum tersebut, pemerintah, regulator, dan pelaku industri membahas perkembangan AI serta pentingnya kolaborasi dalam memperkuat keamanan ekosistem digital Indonesia.
Baca juga : Akademisi Unisula Dukung Penguatan Koperasi Lewat KDMP
President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan Bronyx AI dikembangkan untuk membantu organisasi mempercepat proses penetration testing di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber.
Menurut dia, platform tersebut memanfaatkan agen AI untuk melakukan serangkaian pengujian keamanan, mulai dari network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian aplikasi web dan API, hingga penyusunan Security Assessment Report.
Dalam pengujian di laboratorium pengembangan perusahaan, Bronyx AI mampu menyelesaikan proses full scan mulai dari 14 menit hingga empat jam, bergantung pada kompleksitas sistem yang diuji.
Meski memanfaatkan AI, Patrick menegaskan perusahaan tetap menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL), yakni melibatkan konsultan keamanan siber untuk memvalidasi seluruh temuan berisiko tinggi dan kritis sebelum laporan disampaikan kepada pelanggan.
Baca juga : APJATI Dorong KP2MI Genjot Kinerja untuk Perkuat Pelindungan Pekerja Migran
"Kecepatan yang ditawarkan AI harus berjalan bersama dengan kualitas temuan, analisis, dan akuntabilitas profesional keamanan siber," ujar Patrick.
Selain mengedepankan kecepatan, ITSEC Asia juga memastikan keamanan data pelanggan. Seluruh pengujian hanya dilakukan terhadap aset yang telah memperoleh otorisasi tertulis, sementara data hasil pengujian disimpan secara terisolasi, keys dan credentials dienkripsi, serta tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan pelanggan.
Peluncuran Bronyx AI menandai langkah ITSEC Asia memperluas kapabilitasnya dari penyedia layanan keamanan siber menjadi pengembang teknologi AI yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan digital organisasi di Indonesia maupun pasar internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya