Dark/Light Mode

PHM Ubah Sampah Makanan Jadi Pakan Ternak, Dorong Ekonomi Sirkular Warga

Rabu, 29 Juli 2026 10:10 WIB
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Setyo Sapto Edi meninjau peternakan bebek milik warga Desa Muara Pantuan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dalam kegiatan Management Walk Through (MWT). PHM memanfaatkan sampah organik sisa makanan pekerja di kafetaria sebagai pakan ternak bebek untuk mendukung ekonomi sirkular, mengurangi limbah, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (Foto: Dok. PHM)
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Setyo Sapto Edi meninjau peternakan bebek milik warga Desa Muara Pantuan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dalam kegiatan Management Walk Through (MWT). PHM memanfaatkan sampah organik sisa makanan pekerja di kafetaria sebagai pakan ternak bebek untuk mendukung ekonomi sirkular, mengurangi limbah, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (Foto: Dok. PHM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengembangkan program ekonomi sirkular dengan memanfaatkan sampah organik berupa sisa makanan dari kafetaria di area operasi South Processing Unit (SPU) sebagai pakan ternak bebek milik masyarakat Pulau Nubi, Desa Muara Pantuan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Program tersebut tidak hanya mengurangi timbunan sampah organik, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pengembangan usaha peternakan bebek.

Inovasi ini berawal dari kajian fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) SPU mengenai potensi pemanfaatan sisa makanan pekerja sebagai pakan ternak.

Menindaklanjuti hasil kajian tersebut, pada Juni 2025 Ketua RT Desa Muara Pantuan, H. Taher, mengajukan permohonan dukungan kepada PHM untuk memanfaatkan sisa makanan kafetaria sebagai pakan dalam budidaya bebek petelur dan pedaging.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga JBB Manfaatkan Tenaga Surya untuk Tingkatkan Ekonomi Warga

Masyarakat kemudian memulai pembibitan 300 ekor bebek pada September 2025. Setelah memasuki masa produktif, populasi ditambah 300 ekor lagi pada Februari 2026.

Seiring meningkatnya kebutuhan pakan, sejak April hingga Juni 2026 seluruh sampah organik sisa makanan di kafetaria pekerja SPU dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi meninjau langsung peternakan tersebut saat kegiatan Management Walk Through pada 11 Juli 2026. Menurutnya, program tersebut menjadi wujud penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

"Kami berharap kolaborasi PHM dan masyarakat dapat terus berkembang dan menginspirasi lahirnya berbagai inovasi lain yang akan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca juga : Komunitas Harum Asri Bogor Gencarkan Bank Sampah, Jadi Motor Ekonomi Sirkular

Sejalan dengan semangat ESG, kami akan terus mendorong program-program yang menciptakan nilai bersama atau creating shared value bagi seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.

Kepala Lapangan SPU Teddy Indrawan menjelaskan, sebelum program dijalankan, sampah sisa makanan dari kafetaria setiap hari diangkut ke fasilitas pengelolaan limbah yang berjarak sekitar 30 kilometer.

“Melalui program ini, sisa makanan yang sebelumnya dikelola sebagai limbah kini dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular, inisiatif ini juga mengurangi kebutuhan pengangkutan limbah dan menurunkan potensi risiko keselamatan dalam operasional. Program ini memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah,” pungkas Teddy.

Program tersebut turut mendorong berkembangnya usaha peternakan bebek yang dikelola H. Taher bersama masyarakat.

Baca juga : Prabowo: Ekonomi Kita Bagus

Sejak Februari 2026, peternakan itu mampu menghasilkan sekitar 60 hingga 90 butir telur bebek per hari, bahkan pada beberapa kesempatan produksinya melampaui 100 butir per hari.

Ke depan, usaha tersebut akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Muara Pantuan.

Head of Communication Relations & CID PHM Achmad Krisna Hadiyanto mengatakan, program ini membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan di sektor hulu migas dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.

“Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi yang dapat menghadirkan program keberlanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.