Dark/Light Mode

Dapat Laporan Dari Purbaya

Prabowo: Ekonomi Kita Bagus

Minggu, 19 Juli 2026 07:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto dicium petani saat menghadiri Panen Raya dalam rangka dukungan TNI terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional, di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Foto: Biro Pers)
Presiden Prabowo Subianto dicium petani saat menghadiri Panen Raya dalam rangka dukungan TNI terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional, di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar baik mengenai kondisi ekonomi Indonesia. Kata dia, menurut laporan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, ekonomi nasional dalam kondisi bagus di tengah gejolak global. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). 

"Menteri Keuangan melaporkan kondisi ekonomi kita bagus. Di tengah dunia yang susah-susah, di tengah perang di mana-mana, kita masih lumayan," kata Prabowo.

Prabowo juga menyinggung proyeksi sejumlah lembaga dan pakar internasional yang memperkirakan Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia pada 2045 hingga 2050. Menurutnya, dalam proyeksi tersebut, China diperkirakan menjadi ekonomi terbesar dunia, disusul Amerika Serikat (AS) dan India. 

Prabowo menilai, target tersebut dapat dicapai apabila Pemerintah mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Termasuk mengatasi persoalan kemiskinan dan kelaparan. 

"Tahun 2050 itu 25 tahun lagi. Kalau kita sekarang tidak mengurus anakanak itu, bagaimana kita bisa menjadi negara keempat terbesar di dunia? Kita harus hilangkan kelaparan dan kemiskinan ekstrem," ujarnya. 

Baca juga : Final Spanyol Vs Argentina, Duel Guru Vs Murid

Menurut Prabowo, optimisme terhadap ekonomi nasional juga didukung berbagai capaian Pemerintah di sektor energi yang dinilai memperkuat kemandirian nasional. Salah satunya adalah dimulainya pembangunan Proyek Gas Abadi Masela yang sebelumnya tertunda selama 28 tahun. 

Selain itu, Prabowo mengatakan, Indonesia mulai menerapkan mandatori biodiesel B50, yakni campuran 50 persen bahan bakar nabati ke dalam minyak solar. Menurut dia, kebijakan tersebut membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar mulai Juli 2026. 

"Mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri. Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia," ujarnya. 

Pemerintah juga mulai mengembangkan penggunaan bensin campuran etanol (E10) sebagai upaya mengurangi impor bahan bakar minyak. Prabowo mengatakan, Pemerintah akan mempercepat pembangunan industri bioetanol dengan membangun sedikitnya 30 pabrik baru. "Kalau perlu sampai 50 pabrik," katanya. 

Prabowo juga mengatakan pemerintah dalam waktu dekat akan meluncurkan sepeda motor listrik nasional yang dikembangkan oleh putra-putri Indonesia. Ia berharap kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para petani. 

"Sebentar lagi kita sudah punya motor listrik nasional," cetus Prabowo. 

Baca juga : KPK Terima Vonis John Field Cs

Selain itu, Prabowo menyebut, Indonesia juga tengah mengembangkan mobil nasional. Menurutnya, kemampuan industri dalam negeri terus meningkat. Bahkan, kendaraan taktis yang digunakan TNI kini telah diproduksi oleh anak bangsa. 

"Saudara-saudara, kita optimistis. Kita canangkan cita-cita setinggi langit. Indonesia akan jadi negara makmur," tegas Prabowo. 

Dalam pidatonya, Prabowo juga menanggapi pandangan orang-orang yang menyebut kondisi Indonesia akan terus memburuk. "Indonesia jelek, Indonesia apa? Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap, ya gelap terus," ujarnya. 

Ia juga menepis anggapan bahwa Indonesia berada di ambang krisis. "Tiap bulan Indonesia disebut akan collapse. Juni collapse. Ini sudah Juli," kata Prabowo. 

Prabowo menegaskan, Pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih mandiri. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kemandirian bangsa dan tidak bergantung pada kekuatan asing dalam menentukan arah pembangunan nasional. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Prabowo terus memantau secara langsung perkembangan kondisi ekonomi dan fiskal nasional. Menurutnya, Prabowo secara rutin menggelar pembahasan terkait kebijakan ekonomi bersama jajaran pemerintah setiap satu hingga dua pekan. 

Baca juga : Rudiarto Sumarwono: Sanksi Yang Dijatuhkan Bertingkat Dan Kumulatif

"Kita selalu serius, selalu diskusi, selalu menilai ke mana kebijakan fiskal kita. Kelemahannya di mana, diperbaikinya di mana," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). 

Purbaya kemudian menyoroti keputusan Standard & Poor's (S&P) Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek (outlook) stabil. Penilaian tersebut membuat Purbaya semakin optimistis dan mengajak investor, khususnya investor domestik, untuk berinvestasi di pasar modal. 

Lebih lanjut, Purbaya menilai berbagai kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintah mengelola fiskal tidak terbukti. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada triwulan I 2026 menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional. 

Purbaya juga mengatakan, sejumlah lembaga pemeringkat internasional lainnya, seperti MSCI, Moody's, dan Fitch, melakukan penilaian sebelum data pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Karena itu, hasil asesmen mereka dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.