Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,28 persen ke level Rp 18.105 per dolar AS pada awal perdagangan Rabu (29/7/2026). Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 18.055 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yuan China melemah 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,05 persen, dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen, sementara ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, yen Jepang naik 0,09 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,15 persen.
Baca juga : IHSG Dibuka Melemah Ke Level 6.177
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,07 persen ke level 101,20. Rupiah tercatat menguat 0,02 persen terhadap poundsterling Inggris ke level 23.980, stagnan terhadap euro di level 19.974, dan melemah 0,30 persen terhadap dolar Australia ke level 12.546.
Analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini. Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah akibat kabar serangan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan dolar AS.
Baca juga : Minyak Dunia Meroket Lagi, IHSG Dan Rupiah Kena Getahnya
“Sentimen domestik diperkirakan juga masih negatif pasca pengunduran diri Gubernur BI,” kata Lukman, Rabu (29/7/2026).
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.100 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya