Dark/Light Mode

LPKR Bukukan Laba Bersih Rp385 Miliar Pada Semester I 2026

Senin, 3 Agustus 2026 10:40 WIB
Ilustrasi. Gedung LPKR
Ilustrasi. Gedung LPKR

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Perseroan mencatat pra penjualan (pre-sales) sebesar Rp3,70 triliun, pendapatan Rp3,61 triliun, serta laba bersih Rp385 miliar hingga 30 Juni 2026.

Selain itu, LPKR juga mencatat EBITDA sebesar Rp754 miliar atau meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp627 miliar. Posisi kas perseroan hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp1,41 triliun.

Pada segmen real estate, pra penjualan sebesar Rp3,70 triliun telah mencapai 62 persen dari target sepanjang 2026. Capaian tersebut didorong tingginya permintaan terhadap hunian tapak di segmen rumah terjangkau dan menengah di berbagai wilayah.

Hunian tapak menyumbang 79 persen dari total pra penjualan, mencerminkan tingginya minat pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user).

Baca juga : Pra-Penjualan Capai Rp902 Miliar, Lippo Cikarang Optimistis Capai Target 2026

Pencapaian tersebut juga didukung peluncuran Park Serpong Phase 7 dan 8 pada semester pertama tahun ini. Proyek tersebut mendapat respons positif dari pasar dan semakin memperkuat posisi LPKR di pasar hunian tapak.

Di dalam Lippo Karawaci (Holdco), penjualan rumah tinggal memberikan kontribusi terbesar mencapai Rp2,22 triliun. Sementara penjualan unit komersial menyumbang Rp464 miliar, penjualan kavling tanah Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman San Diego Hills sebesar Rp65 miliar.

Perseroan juga meluncurkan sejumlah produk baru di Park Serpong Phase 7 dan 8, yakni Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops. Produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga terjangkau dan mendapat sambutan positif, terutama dari pembeli rumah pertama.

Sebanyak 72 persen transaksi penjualan rumah dibiayai melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal itu menunjukkan tingginya permintaan dari pengguna akhir sekaligus memperkuat strategi LPKR dalam menyediakan hunian yang terjangkau.

Baca juga : BRI Perkuat Peran Penggerak Ekonomi Kerakyatan Lewat Pembiayaan Perumahan

Di segmen lifestyle, LPKR membukukan pendapatan Rp605 miliar pada semester pertama 2026 dengan laba bruto Rp490 miliar. EBITDA segmen ini meningkat 11 persen menjadi Rp236 miliar, sedangkan laba bersih naik menjadi Rp131 miliar dibandingkan Rp111 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel relatif stabil di kisaran Rp635 ribu dengan tingkat okupansi mencapai 54 persen. Sementara itu, jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat satu persen secara tahunan menjadi rata-rata 11,2 juta pengunjung per bulan, menandakan berlanjutnya pemulihan aktivitas ritel.

CEO LPKR John Riady mengatakan perseroan optimistis mempertahankan momentum positif hingga akhir tahun.

"Kami senang melihat momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate kami, dengan pra penjualan mencapai Rp3,70 triliun atau setara 62% dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami," ujar John Riady.

Baca juga : Pemerintah Puji BRI Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah Lewat KUR Perumahan

Ia menambahkan, LPKR akan terus memprioritaskan eksekusi di seluruh proyek township dengan tetap menerapkan pengelolaan modal dan operasional yang disiplin serta prudent.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.