Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Temui Pimpinan DPR, Koalisi Buruh Minta RUU Ketenagakerjaan Segera Disahkan
Realisasi KUR Sudah Tembus Rp 169 T, Jangkau 2,65 Juta Debitur UMKM
Senin, 3 Agustus 2026 14:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat capaian positif penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 yang telah mencapai Rp 169 triliun hingga 22 Juli 2026. Capaian ini menjangkau sebanyak 2,65 juta debitur UMKM di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah menargetkan, total plafon penyaluran KUR pada tahun ini sebesar Rp 290 triliun. Dari total realisasi saat ini, sebanyak 1,1 juta merupakan debitur baru yang untuk pertama kalinya memperoleh akses pembiayaan formal, serta 511.000 pengusaha UMKM tercatat berhasil naik kelas.
Baca juga : Di Hadapan Kadin, Prabowo Cerita Kekuatan Non-Blok Indonesia Diakui Dunia
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM/Juru Bicara Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan program KUR dirancang untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui subsidi APBN dengan tingkat suku bunga yang sangat terjangkau. KUR merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat dengan memberikan dukungan modal kepada usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan.
“Melalui subsidi APBN, bunga KUR hanya sebesar 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit komersial yang berkisar antara 10 hingga 14 persen atau bahkan lebih," kata Riza, di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Baca juga : Agenda di Bulan Kemerdekaan: Ada Zikir Bersama Hingga Merdeka Run
Riza menerangkan, kualitas pembiayaan KUR hingga saat ini tetap terjaga dengan baik. Tingkat kredit bermasalah (non-performing loan) berada pada kisaran 2 persen. Selain itu, Pemerintah juga memprioritaskan penyaluran kredit pada sektor-sektor riil.
Lebih dari 65 persen penyaluran KUR diarahkan ke sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga industri pengolahan. Penyaluran ke sektor produktif diharapkan dapat memperluas sentra ekonomi unggulan daerah dan menciptakan lapangan kerja baru di seluruh pelosok negeri.
Baca juga : Pemerintah Ajak Warga Rayakan HUT RI di Monas, Ada Pesta Rakyat hingga Doorprize
"KUR bukan sekadar program kredit, melainkan tangga bagi masyarakat untuk naik kelas, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan," ujar Riza.
Pemerintah mengimbau seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan sisa alokasi plafon KUR yang masih terbuka lebar tahun ini untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha. Masyarakat dapat melapor jika menemukan adanya permintaan agunan pinjaman KUR hingga Rp 100 juta atau ada pungutan yang tidak semestinya melalui SP4N-LAPOR! atau email ke [email protected].
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya