Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital PAI untuk Siswa PAUD hingga Mahasiswa
- Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja
- Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar
- Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi
- Umuh Muchtar Optimistis Maung Bandung Makin Kuat
BYD Tancap Gas Kejar TKDN 60% Sesuai Aturan Pemerintah
Rabu, 5 Agustus 2026 19:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT BYD Motor Indonesia menegaskan komitmennya memenuhi target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen yang ditetapkan Pemerintah mulai 2027. Saat ini, kandungan lokal kendaraan BYD telah melampaui 40 persen dan akan terus ditingkatkan melalui penguatan produksi di pabrik Subang, Jawa Barat.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, target TKDN 60 persen telah menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan. Menurut dia, BYD telah mempersiapkan berbagai langkah agar seluruh model yang dipasarkan di Indonesia memenuhi ketentuan tersebut.
"Tahun depan memang pemerintah menargetkan harus 60 persen, dan kita sudah ke arah situ. Sudah mempersiapkan, bahkan tidak hanya di produk-produk ini saja, dan produk selanjutnya juga comply dengan peraturan pemerintah," ujar Luther kepada wartawan di sela diskusi BYD Tech Talk II di GIIAS, ICE BSD, Tangerang, Rabu (5/8/2026).
Baca juga : Kualitas Ketertiban Umum Memburuk, Penegak Hukum Wajib Bersikap Tegas
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, BYD membangun fasilitas produksi dengan empat proses utama manufaktur di pabrik Subang, yakni stamping, welding, painting, dan assembly. Menurut Luther, kehadiran seluruh proses tersebut menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam berinvestasi di sektor industri otomotif nasional.
“Ini adalah investasi yang paling confidence yang bisa dibuat oleh BYD di Indonesia," katanya.
Selain memperkuat fasilitas produksi, BYD juga mulai memperluas kerja sama dengan produsen komponen dalam negeri. Sejumlah komponen seperti ban dan kaca telah dipasok oleh industri lokal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan komponen tier 1 maupun tier 2.
Baca juga : Jubir Gerindra Dukung KDMP Kelola Tambang
Luther mengatakan, kolaborasi dengan pemasok nasional akan terus diperluas seiring meningkatnya volume produksi kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, skala produksi yang lebih besar akan menciptakan efisiensi sekaligus membuka peluang berkembangnya industri komponen lokal.
"Tentunya industri-industri komponen pendukung adalah hal yang bukan tidak mungkin, karena itu bisa mengoptimalisasi dari sisi purchasing. Tapi memang itu butuh volume, sehingga concern kami saat ini kita tingkatkan dulu volume-nya di sisi manufacture, mengoptimalkan dulu basis produksinya, dan sangat possible kita memberlakukan extension dengan membawa industri-industri pendukung," ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini BYD telah bekerja sama dengan sejumlah produsen komponen nasional untuk meningkatkan kandungan lokal kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.
Baca juga : Kemenhut Revisi Aturan Pemanfaatan Hutan, Kejar Ekonomi Inklusif Dan Kompetitif
BYD menilai kebijakan Pemerintah menaikkan target TKDN menjadi 60 persen merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat industrialisasi nasional sekaligus mendorong tumbuhnya rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia. Dengan peningkatan kapasitas produksi dan keterlibatan industri komponen domestik, perusahaan optimistis target tersebut dapat dipenuhi sesuai jadwal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya