Dark/Light Mode

Target Lifting Naik, Pemerintah Dorong SKK Migas Dan KKKS Tancap Produksi

Kamis, 4 Desember 2025 20:41 WIB
Wamen ESDM Yuliot memberikan arahan dalam Rakor Dukungan Bisnis SKK Migas guna mendorong peningkatan lifting migas. (Dok. ESDM)
Wamen ESDM Yuliot memberikan arahan dalam Rakor Dukungan Bisnis SKK Migas guna mendorong peningkatan lifting migas. (Dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan produksi minyak dan gas bumi (lifting) pada APBN 2026 naik menjadi 610 ribu barel per hari, lebih tinggi dari target 2025 yang dipatok 605 ribu barel per hari. Pemerintah juga memasang proyeksi lebih ambisius dengan mendorong lifting menuju 1 juta barel per hari pada 2030.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan peningkatan produksi tidak mungkin dicapai tanpa konsolidasi antara pemerintah, SKK Migas, dan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Baca juga : Kerek Lifting 2026, Rakor Dukbis SKK Migas Tekankan Efisiensi Rantai Suplai

"Dalam rangka peningkatan produksi di wilayah kerja Bapak Ibu sekalian, jadi perlu dikonsolidasikan. Ya kira-kira pada tahun ini, kira-kira berapa kita melakukan eksplorasi. Kemudian itu ada sumur-sumur yang bisa kita maksimalkan. Dalam hal itu terjadi kendala-kendala ya tentu ini harus dikonsolidasikan dengan SKK Migas," ujar Yuliot dalam Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis SKK Migas, di Kabupaten Bogor, Rabu (3/12/2025).

Ia meminta rapat koordinasi ini mampu mengidentifikasi hambatan yang berpotensi menahan capaian lifting 2026, mulai dari penyempurnaan regulasi, kesiapan infrastruktur, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga ketersediaan peralatan. Hasil rapat diharapkan memberi masukan konkret untuk langkah kebijakan pemerintah.

Baca juga : Sigap Tanggap Darurat, Pemerintah Rancang Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Sumatera

Salah satu upaya percepatan dilakukan melalui identifikasi 45 ribu sumur masyarakat yang tersebar di Sumatera Selatan, Aceh, Jambi, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemerintah menilai kontribusi sumur rakyat dapat menjadi tambahan bagi kenaikan lifting migas.

Potensi produksi juga disokong dari 128 cekungan migas nasional. Saat ini baru 20 cekungan yang sudah diusahakan sehingga masih ada 108 cekungan dengan peluang besar. Untuk mempercepat penyediaan data eksplorasi, Badan Geologi Kementerian ESDM tengah mempersiapkan data survei dua dimensi, tiga dimensi, dan data pendukung lainnya.

Baca juga : Parkindo Minta Pemerintah Pertimbangkan Status Bencana Nasinal

"Harapannya itu Bapak Ibu sekalian pada saat wilayah kerja ini kita tawarkan kepada badan usaha, baik dalam rangka konsorsium ataupun dalam rangka joint venture itu dipersilahkan. Jadi kami mengharapkan itu nanti terhadap seluruh potensi minyak dan gas di dalam negeri itu bisa kita optimalisasikan dalam rangka ketahanan dan kecukupan energi di dalam negeri," kata Yuliot.

Yuliot menegaskan ketahanan dan swasembada energi hanya dapat dicapai melalui penguatan sektor hulu migas. Ia menyoroti pentingnya optimalisasi produksi, penegakan tata kelola, pemberdayaan BUMN, serta integrasi kebijakan antara pemerintah pusat dan implementasi lapangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.