Dark/Light Mode

Kemenperin Pacu Produk Specialty Lokal Tembus Pasar Premium

Senin, 10 Agustus 2026 10:44 WIB
Foto: DIT/RM
Foto: DIT/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong produk specialty berbahan baku lokal Indonesia untuk semakin mampu menguasai pasar premium, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan menjadi produk specialty bernilai tambah tinggi.

"Indonesia dianugerahi potensi sumber daya alam yang cukup besar khususnya untuk komoditas-komoditas seperti kopi, teh, kakao, hortikultura, tembakau, dan produk fermentasi berbasis lokal," kata Putu saat pembukaan Specialty Indonesia 2026 di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, daya saing sejumlah produk turunan komoditas tersebut masih perlu diperkuat. Kondisi itu antara lain terlihat dari nilai impor yang masih tinggi untuk beberapa komoditas.

Ia menilai,salah satu tantangan yang perlu diatasi adalah persepsi masyarakat yang menganggap produk impor memiliki kualitas lebih tinggi dan premium dibandingkan produk dalam negeri.

Baca juga : Manufaktur Tumbuh 5,32 persen, Kemenperin Sebut SBIN Percepat Industrialisasi

Karena itu, Kemenperin menggelar Specialty Indonesia 2026 sebagai upaya mempromosikan produk-produk premium berkualitas tinggi yang menggunakan bahan baku lokal Indonesia.

"Kegiatan ini merupakan upaya membuka peluang pengembangan usaha, peningkatan daya saing industri dalam negeri, serta mempromosikan produk-produk specialty Indonesia kepada pasar-pasar potensial yang masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan," ujarnya.

Specialty Indonesia 2026 berlangsung pada 10-13 Agustus 2026 di Plaza Industri Gedung Kemenperin. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia untuk meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap produk unggulan karya anak bangsa.

Putu mengatakan, kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari pelaku industri, komunitas, dan masyarakat umum. Dari 76 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta pameran, sebanyak 48 perusahaan lolos proses kurasi.

Ke-48 perusahaan tersebut terdiri atas 13 perusahaan teh, 11 perusahaan olahan kakao, 10 perusahaan kopi, lima perusahaan olahan susu, empat perusahaan olahan buah dan hortikultura, tiga perusahaan cerutu, serta dua pelaku usaha herb infusion.

Baca juga : Kebijakan Strategis Pemerintah Topang Kenaikan PMI Manufaktur

Selain pameran, Kemenperin juga menggelar business matching yang diikuti 30 perusahaan hasil kurasi dari 73 pendaftar. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan buyer potensial dari perwakilan perdagangan diplomatik, fungsi ekonomi kedutaan besar, hotel, restoran, kafe, dan sektor ritel.

Menurut Putu, agenda tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk specialty Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan ekspor.

"Ini merupakan wujud dari komitmen kami dalam mendukung penguasaan pasar dalam negeri, mengembangkan potensi ekspor, serta mendorong perkembangan produk specialty," katanya.

Kemenperin juga menghadirkan berbagai kegiatan untuk memperkenalkan produk specialty lokal kepada konsumen melalui pendekatan yang mengikuti tren dan selera pasar. Kegiatan tersebut antara lain kompetisi artisan tea, kelas kreasi cokelat berbahan kakao Nusantara, serta Kemenperin Cup Taster Championship untuk menguji kemampuan peserta mengenali karakter rasa kopi.

Selain itu, terdapat Indonesian Fermentation Forum Experience yang menghadirkan area tematik mengenai keragaman, proses, inovasi, dan potensi pengembangan produk fermentasi Indonesia.

Baca juga : Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Gaya Hidup Aktif Dan Sehat

Putu berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk lokal, tetapi juga mendorong industri nasional menghasilkan produk dengan kualitas dan nilai tambah yang semakin tinggi.

"Semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat dalam upaya meningkatkan daya saing industri specialty Indonesia serta memperluas akses produk-produk unggulan nasional ke pasar global," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.