Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita Moge hingga Emas dari Penggeledahan
Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Gaya Hidup Aktif Dan Sehat
Senin, 3 Agustus 2026 20:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem industri nasional yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk olahraga, kosmetik, serta makanan dan minuman kesehatan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) dan Cosmetic Day 2026 di Plaza Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, pada 3–6 Agustus 2026. Mengusung tema "Lokal, Aktif, Halal", kegiatan ini menjadi ajang promosi, kolaborasi, dan penguatan daya saing industri gaya hidup nasional.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan penyelenggaraan bersama kedua pameran tersebut mencerminkan semakin eratnya keterkaitan industri pakaian olahraga dan kosmetik yang sama-sama tumbuh seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
"Kedua industri ini memiliki basis konsumen yang kuat, terutama dari kelompok usia produktif yang adaptif terhadap perkembangan tren serta menjadikan olahraga dan penampilan sebagai bagian dari gaya hidup," kata Faisol saat membuka ISAW dan Cosmetic Day 2026 di Jakarta, Senin.
Menurut dia, tema "Lokal, Aktif, Halal" mengandung pesan strategis dalam pengembangan industri nasional. Nilai lokal mencerminkan semangat memperkuat produk dan jenama karya anak bangsa, aktif menggambarkan masyarakat yang sehat dan produktif, sedangkan halal menunjukkan komitmen terhadap produk yang aman, berkualitas, dan memiliki ketertelusuran bahan maupun proses produksi.
"Citra halal menjadi salah satu kekuatan produk Indonesia dalam menghadapi persaingan pasar global yang semakin kompetitif," ujar Faisol.
Ia menambahkan, ketiga nilai tersebut harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, serta pemenuhan berbagai standar, termasuk sertifikasi halal bagi produk yang dipersyaratkan.
Baca juga : Manufaktur RI Kembali Ekspansif, IKI Juli 2026 Naik Ke Level 53,10
Menurut Faisol, langkah tersebut tidak hanya memperkuat kepercayaan konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia untuk memanfaatkan peluang pasar domestik maupun ekspor, terutama di pasar lebih dari dua miliar konsumen Muslim di Asia dan Afrika.
Kemenperin mencatat potensi pasar produk olahraga di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan laporan Sportswear in Indonesia yang diterbitkan Euromonitor International pada Februari 2026, nilai pasar sportswear nasional mencapai sekitar Rp38,5 triliun pada 2025 atau tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai pasar tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp58,6 triliun pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 9 persen sepanjang periode 2025–2030.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar sportswear Indonesia yang harus mampu dimanfaatkan oleh industri dalam negeri," kata Faisol.
Ia menilai peluang tersebut harus direspons dengan peningkatan daya saing industri nasional. Karena itu, ISAW dan Cosmetic Day 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menangkap peluang pasar yang terus berkembang.
Kinerja ekspor industri terkait juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor industri pakaian jadi dari tekstil meningkat dari 7,08 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 7,27 miliar dolar AS pada 2025 atau tumbuh 2,7 persen.
Sementara itu, ekspor industri alat olahraga naik 12 persen dari 274,4 juta dolar AS menjadi 306,3 juta dolar AS. Adapun ekspor industri kosmetik meningkat 13,7 persen dari 416,8 juta dolar AS menjadi 473,8 juta dolar AS pada periode yang sama.
Baca juga : Menperin Sampaikan 3 Pesan Pemerintah Untuk Industri Otomotif Di GIIAS 2026
"Tren positif tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya saing industri apparel nasional, termasuk produk pakaian olahraga, di pasar global," ujar Faisol.
Ia juga mencontohkan keberhasilan merek lokal Speed yang dipercaya menjadi apparel resmi Tim Nasional Voli Indonesia sebagai bukti kemampuan industri nasional bersaing di pasar.
Faisol menegaskan industri pakaian jadi, alas kaki, peralatan olahraga, dan kosmetik memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja.
Berdasarkan Statistik Indonesia 2026 yang diterbitkan BPS, industri kecil pakaian jadi pada 2024 mencapai sekitar 594 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,2 juta orang. Sementara subsektor kulit, produk kulit, dan alas kaki memiliki sekitar 53 ribu industri kecil yang mempekerjakan sekitar 205 ribu tenaga kerja.
Di sisi lain, industri kosmetik juga terus berkembang. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan jumlah industri kosmetik meningkat dari sekitar 1.500 unit pada 2025 menjadi 1.655 unit pada Juli 2026, dengan lebih dari 87 persen merupakan industri kecil dan menengah.
Pelaksana Harian Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan Kemenperin terus memperkuat daya saing IKM melalui pembangunan ekosistem industri yang kolaboratif.
Menurut dia, pembinaan dilakukan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, modernisasi teknologi dan peralatan produksi, penguatan standardisasi dan sertifikasi, perluasan akses pasar, pengembangan kemitraan, hingga program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi.
Baca juga : UNIDO: Industri Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi RI
Pada penyelenggaraan ISAW dan Cosmetic Day 2026, Kemenperin juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Fast Retailing Indonesia terkait Program UNIQLO Neighborhood Collaboration, serta menjalin kerja sama dengan Universitas Pertamina, Universitas Telkom, dan Universitas Sebelas Maret untuk pembinaan IKM melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan mengatakan ISAW dan Cosmetic Day 2026 diikuti 52 peserta dari subsektor pakaian olahraga, alas kaki, kosmetik, peralatan olahraga, serta makanan dan minuman.
"Keikutsertaan berbagai subsektor tersebut menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi dalam membangun ekosistem industri gaya hidup nasional yang saling terintegrasi," kata Budi.
Dalam kesempatan itu, Kemenperin juga menyerahkan Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dan izin edar kepada pelaku IKM kosmetik sebagai upaya mempercepat penerapan standar mutu, keamanan produk, dan peningkatan daya saing industri kosmetik nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya