Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
Garuda Indonesia Bakal Jadi Holding
Merger Maskapai BUMN Dorong Persaingan Sehat
Selasa, 11 Agustus 2026 06:40 WIB
Sebelumnya
Namun, hingga saat ini belum ada penetapan mengenai waktu efektif pelaksanaan konsolidasi. Penentuan jadwal masih menjadi bagian dari pembahasan mengenai bentuk dan mekanisme transaksi.
Struktur kepemilikan Pelita Air setelah aksi korporasi, termasuk perubahan struktur entitas anak, juga baru akan ditetapkan setelah bentuk transaksi memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami memastikan, kegiatan operasional tetap berjalan sesuai rencana selama proses berlangsung,” jelasnya.
Baca juga : Program Kerakyatan Jangan Dipangkas Ya
Andreas menegaskan, seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan, serta kepatuhan terhadap regulasi.
“Setiap perkembangan yang memenuhi kriteria sebagai informasi atau fakta material akan disampaikan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.
Sebelumnya, Danantara bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN terus mendorong konsolidasi maskapai pelat merah sebagai langkah strategis memperkuat industri penerbangan nasional.
Baca juga : Keok Di Final Emirates Cup, Benteng Arsenal Keropos
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan jajaran direksi Pelita Air pada Kamis (23/7/2026) membahas arah penguatan holding maskapai nasional.
Melalui rencana tersebut, Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai BUMN. Sedangkan Pelita Air akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group.
“Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN, kemarin.
Baca juga : Kejuaraan Dunia Atletik U20, Anugrah Terjungkal Di Gawang Terakhir
Selain memperkuat struktur korporasi, Dony menekankan pentingnya ketelitian dalam mengelola industri penerbangan yang membutuhkan pengawasan operasional secara berkelanjutan.
“Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” tegasnya.
Selaras dengan hal tersebut, BP BUMN dan Danantara juga mendorong peningkatan standar layanan Garuda Group secara menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya