Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Melihat Dari Dekat Program MBG DI Sulsel
Dapur Berstandar Restoran Eks Driver Ojol Jadi Relawan
Senin, 10 Agustus 2026 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tiap porsi Makan Bergizi Gratis (MBG), ada puluhan pekerja yang ikut terlibat. Selama tiga hari, Rakyat Merdeka berkunjung ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah untuk melihat dari dekat perjalanan MBG. Mengikuti proses penyiapan bahan makanan, memasak hingga distribusi. Dari perjalanan itu, terdapat cerita para pekerja, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM yang ikut merasakan manfaat dari berjalannya program MBG. Berikut laporannya.
Sejak diluncurkan secara bertahap pada 6 Februari 2025, Program MBG telah menjangkau anak-anak di berbagai daerah.
Pelaksanaan program ini bertumpu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG. Di dapur ini, pekerja sudah beraktifitas sejak sore hingga pagi. Dari dapur inilah, makanan bergizi membuka jalan bagi warga sekitar untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.
Di Makassar, Rakyat Merdeka menyambangi dua dapur MBG yang berada di bawah pengawasan kepolisian. Yakni SPPG Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan SPPG Polrestabes Makassar. Kami datang pada dua waktu berbeda untuk melihat dari dekat bagaimana dapur tersebut bekerja.
Baca juga : Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita CCTV Hotel Tempat Pertemuan 3 TSK
Kunjungan pertama dilakukan pada Selasa (4/8/2026) siang. Esok paginya, Rabu (5/8/2026), kami kembali sebelum matahari terbit. Kali ini, kami ingin melihat langsung kesibukan para relawan saat memasak hingga makanan diporsikan dan siap dikirim ke sekolah.
SPPG Polda Sulsel menjadi tujuan pertama. Lokasinya berada di Jalan Paccerakkang Nomor 210, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Dari jalan, bangunan SPPG sudah mudah dikenali. Tampak baru.
Bangunan sekitar 600 meter persegi itu berada tak jauh dari kompleks Rusun Aspol. Dari luar, bangunan terlihat bersih dan apik. Halamannya luas bisa menampung beberapa mobil.
Di bagian depan bangunan, tiga kendaraan roda tiga merek Viar terparkir rapi. Kendaraan tersebut telah dimodifikasi dengan boks di bagian belakang untuk menyimpan makanan. Armada ini digunakan untuk mengantar makanan dari dapur menuju sekolah atau posyandu.
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Jika Kembali Ke Parpol Bakal Kontraproduktif
Kedatangan kami disambut Pengawas SPPG Polda Sulsel, Kompol Deny Ratmodiharjo dan Kepala SPPG As Safania Salsabila Dwiari. Siang menjelang sore itu, suasana dapur masih relatif tenang.
Sebelum mengajak kami masuk ke dalam dapur, As Safania meminta kami mengenakan perlengkapan keselamatan. Masker, penutup kepala, dan sandal keamanan.
“Pakai sandal safety juga, biar aman,” pintanya.
Begitu melewati pintu produksi, suasananya langsung berbeda. Peralatan berbahan stainless steel mendominasi ruangan. Rapi dan resik. Sekilas, dapur tersebut lebih menyerupai dapur restoran atau hotel ketimbang dapur umum.
Baca juga : Yunasdi: Tidak Ada Independen, Yang Ada Wani Piro
Ruang pencucian bahan makanan dibuat terpisah. Ada tempat cuci untuk bahan hewani, seperti ayam atau daging, dan bahan nabati, seperti sayur-mayur.
Ada pula gudang penyimpanan bahan kering dan basah, ruang pendingin, hingga area pengolahan dan distribusi yang ditata mengikuti alur kerja.
Di salah satu sisi, kompor high pressure berjejer. Tak jauh dari sana terdapat steamer untuk memasak nasi. Dengan steamer, nasi bisa dimasak dalam jumlah besar dengan waktu yang lebih cepat. Lantainya tampak mengilap. Permukaannya menggunakan epoxy antimikroba, sehingga lebih mudah dibersihkan dan mendukung standar kebersihan area produksi.
“Desain dapur ini mengikuti standar BGN. Kami punya gudang penyimpanan bahan, gudang pendingin, ruang pengolahan, dan area distribusi. Semua dipisah agar alur kerja higienis,” papar Safania.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya