Dark/Light Mode

Jokowi Di Depan Santri & Kiai

Saya Masih Seperti Yang Dulu, Wong Ndeso...

Selasa, 30 Juni 2026 07:40 WIB
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah, Minggu (28/6/2026). (Foto: Dok. PSI)
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah, Minggu (28/6/2026). (Foto: Dok. PSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Safari politik Presiden ke-7 RI Jokowi selama 3 hari di Lampung, telah berakhir. Sebelum berpamitan pulang, mantan Kepala Negara 2 periode itu, menyambangi salah satu pesantren. Di depan santri dan kiai, Jokowi menyampaikan pesan sederhana. 

"Saya masih seperti yang dulu, wong ndeso," kata Jokowi. 

Sejak Jumat (26/6/2026), Jokowi menjalani safari politik di Lampung. Dalam waktu 3 hari, Jokowi menghadiri berbagai agenda. Mulai dari konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Mesuji, Tulang Bawang, dan Bandar Lampung. Kemudian menerima gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" dari lima kerajaan adat Lampung, bertemu relawan, tokoh adat, pelaku UMKM, hingga bersilaturahmi dengan masyarakat di sejumlah daerah.

Sebelum kembali ke Solo, Jokowi menutup rangkaian kunjungannya dengan mendatangi Pondok Pesantren Nurul Qodiri di Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (28/6/2026). Jokowi datang mengenakan pakaian muslim, memakai peci hitam, serta mengalungkan sorban hijau di lehernya. 

Didampingi Pendiri dan Pengasuh PP Nurul Qodiri Kiai Imam Suhadi, kedatangan Jokowi disambut antusias warga. Sepanjang berjalan menuju panggung, ia disapa warga dan santri yang berebut bersalaman hingga meminta swafoto. 

Suasana semakin riuh ketika Kiai Imam mempersilakan Jokowi memberikan sambutan. Sempat mengisyaratkan penolakan, Jokowi akhirnya naik ke podium. 

"Alhamdulillah bisa sampai di sini. Saya sangat berterima kasih kepada kiai, seluruh pengurus pondok, dan santri yang telah menyambut saya dengan sangat baik," ujarnya. 

Baca juga : Prancis Vs Swedia, Les Bleus Diunggulkan, Blagult Tanpa Beban

Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan status sebagai mantan presiden tidak mengubah jati dirinya. "Saya masih seperti yang dulu. Masih orang kampung, masih orang desa," katanya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin. 

Ia mengaku kehidupannya tak pernah jauh dari lingkungan desa. "Lingkungan saya ya seperti yang tadi saya sampaikan," ucapnya, yang langsung disambut celetukan seorang warga, "Ndeso." 

Jokowi juga bercerita, rumahnya di Jalan Kutai Utara I, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, kerap didatangi warga asal Lampung. Banyak di antara mereka mengaku memiliki kerabat yang ingin bertemu, tetapi terkendala biaya maupun transportasi. 

Makanya, Jokowi menjadikan Lampung sebagai agenda pertama dari safari politiknya usai purna tugas sebagai Presiden RI. Jokowi menyempatkan datang ke Lampung Tengah, Mesuji, Pesawaran, Tulang Bawang, dan sejumlah daerah lain, sekaligus memenuhi undangan Kiai Imam. 

Ia pun meminta maaf kepada masyarakat di daerah lain yang belum sempat dikunjunginya. "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, dan mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu sekalian," katanya. 

Ketua DPD PSI Bandar Lampung Randy Adytia Gumay Gumanti mengatakan, safari politik Jokowi menjadi momentum menghidupkan mesin partai. PSI, kata dia, mulai membuka ruang bagi berbagai tokoh politik untuk bergabung. 

"Kami ingin mencetak lebih banyak anggota legislatif, dan insyaallah ke depan juga bisa melahirkan kepala daerah dari PSI," ujarnya di Bandar Lampung, Senin (29/6/2026). 

Baca juga : Hakim Kabulkan Pembukaan Blokir 6 Rekening Bos PT BR

Menurut Randy, komunikasi dengan sejumlah tokoh lintas partai telah terjalin. Beberapa di antaranya berasal dari mantan kader Partai NasDem, PKPI, hingga PDI Perjuangan. 

Selain memperluas jaringan kader, PSI Bandar Lampung juga mulai memperkuat organisasi hingga tingkat kelurahan sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. "Target kami seluruh daerah pemilihan terisi. Karena itu mesin partai terus kami bangun sampai ke tingkat kelurahan," tegasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menilai safari politik merupakan hak pribadi Jokowi. 

"Pak Jokowi orang merdeka, boleh menentukan keputusan politiknya mau seperti apa. Tergantung beliau dan PSI," katanya di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (29/6/2026). 

Sarmuji menepis kekhawatiran munculnya matahari kembar di pemerintahan. Menurut dia, Jokowi kini bukan lagi presiden sehingga pemerintahan sepenuhnya berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

"Presidennya Pak Prabowo, jadi tenang saja. Kami akan back up Pak Prabowo," tegasnya. 

Ia juga tak khawatir dengan manuver PSI. Menurutnya, perpindahan pemilih merupakan hal lumrah menjelang pemilu dan setiap partai memiliki daya tarik masing-masing. "Perpindahan pemilih bukan hanya ke PSI, bisa ke partai lain, termasuk ke Golkar," ujarnya. 

Baca juga : Habib Syarief Muhammad: Evaluasi Harus Secara Serius Dan Menyeluruh

Pengamat politik Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai ucapan Jokowi tentang dirinya yang masih "orang kampung" merupakan pesan politik yang sengaja dibangun. Menurutnya, dengan komposisi penduduk Lampung yang mayoritas merupakan transmigran asal Jawa, kalimat tersebut sangat mudah diterima masyarakat. 

"Dengan penduduk mayoritas transmigran Jawa, Jokowi cukup cerdik memilih kalimat pamungkas yang bisa mengena dan melekat di benak masyarakat. Harus diakui pilihan kalimat itu cukup cerdik," ujarnya. 

Dedi menilai basis pemilih Jokowi selama ini masih lebih melekat pada figur dibandingkan partai politik. Hal itu terlihat saat PSI belum mampu mendulang efek elektoral signifikan pada Pemilu 2024. Namun, kondisi tersebut bisa berubah apabila Jokowi terus aktif turun ke masyarakat. 

Meski demikian, Dedi berpandangan tujuan safari politik Jokowi bukan semata-mata untuk membesarkan PSI. Menurutnya, ada kepentingan politik yang lebih besar, yakni menjaga kesinambungan pengaruh politik keluarga sekaligus mengonsolidasikan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelang Pilpres 2029. 

"Jokowi perlu turun tangan untuk memastikan, minimal Prabowo tetap berkenan bersama Gibran" pungkas Dedi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.