Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekslusif Dengan Kepala BPS
Ayo Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Data Dijamin Aman, Ekonomi Terpetakan
Jumat, 14 Agustus 2026 08:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) tengah melakukan Sensus Ekonomi 2026. Tujuannya untuk memperbarui peta aktivitas ekonomi Indonesia. Hingga 10 Agustus 2026, pelaksanaan Sensus menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Secara nasional, proses pendataan telah mencapai 91,35 persen
Meski begitu, BPS mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan. Terutama dalam meyakinkan masyarakat untuk berpartisipasi. Masih ada warga yang khawatir memberikan data karena mengira Sensus Ekonomi berkaitan dengan kepentingan perpajakan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir mengikuti Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, sensus yang digelar setiap 10 tahun ini merupakan agenda nasional untuk memperbarui gambaran perekonomian Indonesia.
Amalia menegaskan, Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan perpajakan.
"Data yang diberikan masyarakat kepada BPS juga dijamin kerahasiaan dan keamanannya. Penegasan tersebut tercantum dalam disclaimer pada kuesioner, baik digital maupun cetak,” kata Amalia kepada Rakyat Merdeka di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Amalia juga menjelaskan soal komitmen untuk menjaga kerahasiaan data masyarakat, manfaat Sensus Ekonomi bagi pembangunan, tantangan petugas di lapangan, hingga cara masyarakat memastikan keaslian petugas sensus.
Berikut kutipan selengkapnya:
Bagaimana perkembangan dan progres persiapan Sensus Ekonomi 2026 hingga saat ini?
Sensus Ekonomi 2026 progresnya sampai per 10 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB sudah mencapai 91,35 persen secara nasional. Bahkan, ada beberapa provinsi yang pencapaiannya sangat tinggi, seperti Bengkulu, Sulawesi Barat, dan Sumatera Selatan. Namun, masih ada provinsi-provinsi yang perlu bekerja lebih cepat lagi. Biasanya yang cukup berat dan tantangannya cukup besar ada di provinsi-provinsi besar, seperti DKI Jakarta.
Baca juga : Stok Beras 5,2 Juta Ton, Amran Pede Indonesia Aman Hadapi El Nino
Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, tantangan apa saja yang diperkirakan atau telah dihadapi BPS?
Tantangan yang dihadapi petugas Sensus Ekonomi 2026 antara lain penolakan dari masyarakat. Hal ini terjadi karena masyarakat menerima informasi yang tidak benar mengenai petugas sensus. Ketika petugas datang, ada yang mengira bahwa Sensus Ekonomi berkaitan dengan pajak.
Padahal, dapat saya sampaikan bahwa Sensus Ekonomi tidak dilakukan untuk tujuan perpajakan. Kami juga sudah menyampaikan disclaimer di dalam kuesioner, baik kuesioner digital maupun kuesioner cetak, bahwa sensus ini tidak ada kaitannya dengan perpajakan.
Semua data individu yang kami terima akan kami jaga kerahasiaannya.
Tantangan lainnya adalah petugas terkadang kesulitan mengakses kawasan-kawasan elite dan perusahaan-perusahaan besar. Bisa jadi karena penjaga kawasan atau pihak terkait belum memahami pentingnya Sensus Ekonomi.
Bagi masyarakat yang memiliki kekhawatiran soal kenyamanan dan kerahasiaan data, apakah BPS menyediakan pilihan untuk mengisi kuesioner secara mandiri?”
Apabila masyarakat didatangi petugas sensus dan lebih nyaman mengisi sendiri, mereka dapat meminta kuesioner online kepada petugas. Petugas sensus telah dilengkapi fasilitas untuk memberikan kuesioner tersebut sehingga masyarakat dapat mengisinya secara mandiri. Ini terutama bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kelas menengah ke atas yang ingin mengisi kuesioner secara mandiri. Kuesioner online dapat diakses melalui tautan yang disediakan BPS atau diminta langsung kepada petugas sensus ketika datang ke responden.
Mengapa Sensus Ekonomi 2026 penting bagi Indonesia dan apa misi besar yang ingin dicapai BPS melalui sensus ini?
Sensus Ekonomi sebenarnya merupakan agenda besar bangsa Indonesia yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Sensus Ekonomi pada dasarnya adalah kebutuhan kita semua. Ini merupakan cara Indonesia untuk memperbarui peta perekonomiannya.
Mengapa ini penting? Karena kita harus mengetahui dan memiliki data mengenai semua jenis aktivitas ekonomi yang sedang berkembang di negara kita.
Seperti layaknya Google Maps, kalau peta tidak pernah diperbarui, Google Maps akan menunjukkan kita ke jalan yang sesat karena data-data di dalam peta tersebut tidak pernah diperbarui. Ini ibarat peta ekonomi kita. Apabila peta ekonomi tidak diperbarui, data-data ekonomi yang ada di dalam peta ekonomi Indonesia menjadi tidak terkini dan bahkan bisa memberikan jalan yang sesat kepada penggunanya.
Baca juga : Resmikan 3.395 Jembatan & 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji TNI-Polri
Oleh sebab itu, mari kita sama-sama berkolaborasi membangun peta baru ekonomi Indonesia. Semua masyarakat dan pemangku kebijakan bisa bersama-sama memperbarui peta ekonomi supaya peta tersebut menjadi kompas pembangunan ekonomi yang benar.
Apa manfaat Sensus Ekonomi bagi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha?
Data yang lengkap dan akurat akan memberikan arah yang benar serta informasi yang lengkap sehingga kebijakan pemerintah menjadi lebih tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Peta ekonomi Indonesia ini juga nantinya bermanfaat bagi masyarakat sendiri. Masyarakat bisa melihat perkembangan ekonomi Indonesia, peluang investasi, peluang usaha, serta sebaran aktivitas ekonomi berdasarkan provinsi maupun kabupaten/kota.
Jadikanlah Sensus Ekonomi sebagai navigasi yang akurat untuk kita semua. Bukan untuk pemerintah, tetapi untuk kita semua.
Mengapa setiap masyarakat dan pelaku usaha perlu ikut berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026?
Sekecil apa pun jawaban, setiap jawaban berarti. Setiap jawaban adalah satu keping puzzle. Jutaan jawaban akan saling melengkapi dan membentuk gambaran ekonomi Indonesia secara utuh. Apabila masyarakat tidak terdata, maka hilang dari radar kebijakan dan hilang dari peta ekonomi Indonesia. Ketika ada satu usaha tidak tercatat, keberadaannya tidak terlihat dan potensinya pun tidak terlihat di dalam peta.
Setiap data memberikan makna bagi peta dan setiap data berkontribusi untuk pembangunan bangsa ke depan. Data yang lengkap pasti menghasilkan keputusan yang tepat.
Mengapa setiap usaha, termasuk usaha kecil dan rumahan, penting untuk ikut tercatat dalam Sensus Ekonomi 2026?
Tidak ada usaha yang terlalu kecil untuk didata. Bayangkan kalau kita sedang menyusun puzzle, kemudian mengatakan, "Kepingan kecil itu tidak penting." Padahal tanpa kepingan kecil, gambarnya tidak akan utuh. Begitu juga dengan peta ekonomi Indonesia. Warung kecil, usaha rumahan, bengkel, online shop, bahkan perusahaan besar, semuanya merupakan kepingan-kepingan ekonomi Indonesia.
Kalau ada yang tidak tercatat, gambarnya menjadi tidak lengkap. Kalau gambarnya tidak lengkap, tentu akan menyesatkan siapa pun yang melihatnya. Karena itu, mari kita berkontribusi melengkapi kepingan-kepingan puzzle tersebut sehingga menjadi gambaran ekonomi Indonesia yang utuh. Jangan enggan untuk didata, karena data Anda adalah masa depan bangsa.
Baca juga : Karhutla Makin Meluas
Masih ada kekhawatiran masyarakat dan pelaku usaha soal keamanan data. Apa yang perlu mereka ketahui mengenai kerahasiaan data dalam Sensus Ekonomi 2026?
Saya ingin mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak perlu khawatir dengan Sensus Ekonomi. Sensus Ekonomi tidak ada kaitannya dengan perpajakan.
Data masyarakat yang masuk ke BPS akan dijaga kerahasiaan dan keamanannya. Hal tersebut juga telah kami tegaskan melalui disclaimer di dalam kuesioner, baik digital maupun cetak, bahwa Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan perpajakan.
Bagi masyarakat yang sangat memperhatikan kerahasiaan jawabannya, BPS juga memberikan pilihan untuk mengisi kuesioner secara mandiri melalui kuesioner online.
Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026.
Bagaimana masyarakat dapat memastikan bahwa petugas yang datang merupakan petugas resmi Sensus Ekonomi BPS?
Masyarakat perlu mengecek keaslian petugas sensus. Ada tiga ciri yang dapat digunakan untuk mengenali petugas resmi. Pertama, petugas pasti memakai rompi berwarna hitam.
Kedua, petugas dilengkapi ID atau kartu identitas diri. Tanda pengenal petugas sensus dilengkapi QR Code yang bisa dipindai masyarakat untuk mengetahui keaslian petugas.
Ketiga, petugas pasti membawa surat tugas.
Jadi, masyarakat dapat mengenali keaslian petugas sensus melalui tiga ciri tersebut, yaitu rompi petugas, tanda pengenal, dan surat tugas.
Selain itu, apabila masyarakat ingin mengisi data secara mandiri, BPS menyediakan kuesioner online yang dapat diminta kepada petugas atau diakses melalui tautan yang disediakan BPS.
Apa pesan Ibu kepada masyarakat dan pelaku usaha agar bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026?
Saya ingin mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Tidak ada usaha yang terlalu kecil untuk didata. Warung kecil, usaha rumahan, bengkel, online shop, maupun perusahaan besar, semuanya merupakan bagian dari ekonomi Indonesia.
Setiap data adalah satu keping puzzle. Jika seluruh kepingannya lengkap, kita akan memiliki gambaran ekonomi Indonesia yang utuh. Data yang lengkap akan membantu menghasilkan kebijakan dan keputusan yang lebih tepat.
Mari kita berkontribusi untuk melengkapi kepingan-kepingan puzzle ekonomi Indonesia. Jangan enggan untuk didata, karena data Anda adalah masa depan bangsa.
Ayo, sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Data kita, masa depan bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya