Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Morgan Stanley Capital International (MSCI) menendang 10 saham Indonesia dari bursa. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jadi merah. Pada perdagangan Kamis (13/8/2026), IHSG turun 72,08 poin atau 1,13 persen ke level 6.301,77 dibanding penutupan di hari sebelumnya di level 6.373,85.
Keputusan MSCI menendang 10 saham Indonesia itu, berlaku efektif mulai penutupan perdagangan Senin (31/8/2026). Dalam kategori MSCI Global Standard Indexes, MSCI mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sementara itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun status dari Global Standard Indexes ke Global Small Cap Indexes.
Dalam kategori Global Small Cap Indexes, MSCI juga mengeluarkan sembilan saham Indonesia. Yakni, PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Kemudian, saham lainnya yang dikeluarkan adalah PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). Di sisi lain, MSCI mempertahankan status pasar saham Indonesia sebagai negara berkembang (emerging market) dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index Annual Country Review 2026.
Baca juga : Suap Restitusi Pajak, KPK Sita Emas 1,3 Kg
"Tidak ada perubahan terhadap daftar negara emerging markets yang saat ini termasuk dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index sebagai hasil dari review ini," tulis MSCI dalam pengumumannya, Kamis (13/8/2026).
Merespons keputusan tersebut, Head of Corporate Affairs GOTO Audrey Petriny mengatakan, kabar ini kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham. Namun, dia membantah hal itu disebabkan oleh kinerja perusahaan.
"Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GOTO yang berada di level terendah Rp 50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah dan tidak disebabkan oleh kinerja Perseroan," kata Audrey, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).
Dari sisi kinerja, GOTO diketahui mencatatkan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Laba bersih mencapai Rp 252 miliar dengan pendapatan bersih sebesar Rp 5,7 triliun.
Baca juga : Hormati Sikap PDIP Di Luar Pemerintahan
EBITDA Grup yang disesuaikan juga meningkat hingga menembus Rp 1 triliun untuk pertama kalinya pada kuartal II 2026.
Perseroan mengaku tetap berada di jalur sesuai target kinerja tahunan, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Audrey memastikan, peninjauan indeks dilakukan secara berkala. Perseroan akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI.
"Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," katanya.
Baca juga : 45 Anggota DPRD Usulkan Pemakzulan, Bupati Gowa Di Ujung Tanduk
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memastikan, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan MSCI setelah lembaga penyedia indeks global tersebut mengumumkan tinjauan indeks terbarunya untuk periode Agustus 2026. "Komunikasi kami dengan MSCI tentu akan terus dilanjutkan," ujar Jeffrey kepada awak media di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya