Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Saleh Husin Dorong Penguatan Aliansi Negara Produsen Sawit
Jumat, 14 Agustus 2026 11:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mendorong Indonesia terus memperkuat aliansi dengan negara-negara produsen kelapa sawit untuk meningkatkan posisi tawar dalam perdagangan sawit global.
Menurut Saleh, sawit merupakan salah satu sumber devisa utama Indonesia sehingga kerja sama dengan negara produsen lain menjadi kepentingan strategis untuk menjaga akses pasar dan menghadapi berbagai hambatan perdagangan.
“Indonesia memiliki kepentingan strategis untuk membangun aliansi dengan negara produsen lain guna memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, menghadapi hambatan perdagangan, dan menjaga stabilitas pasar sawit global,” kata Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca juga : Minyak Sawit Merah Dinilai Berpotensi Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Desa
Ia menilai, Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) telah berperan penting sebagai wadah koordinasi negara-negara produsen sawit, terutama dalam menyuarakan kepentingan bersama dan memperkuat posisi sawit dalam perdagangan internasional.
Namun, Saleh menilai peran CPOPC perlu ditingkatkan agar tidak berhenti sebagai forum dialog, tetapi mampu menghasilkan aksi bersama dalam diplomasi perdagangan, isu keberlanjutan, promosi sawit, pengembangan pasar, serta riset.
“Ini penting karena ekspor sawit Indonesia bernilai lebih dari 20 miliar dolar AS per tahun dan memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa nasional,” ujarnya.
Baca juga : Menkop Resmikan Pabrik Sawit Percontohan Milik Koperasi Di Musi Banyuasin
Saleh juga mendorong Pemerintah, khususnya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), menjadi katalisator dalam memperkuat kerja sama internasional dengan negara-negara produsen sawit.
Menurut dia, sumber daya yang berasal dari sektor sawit dapat dimanfaatkan untuk membiayai riset bersama, promosi dan diplomasi sawit, penguatan standar keberlanjutan, pengembangan pasar baru, hingga pertukaran teknologi.
“Dengan demikian, dana sawit tidak hanya berfungsi mendukung program domestik, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam tata kelola sawit global dan mengamankan sumber devisa nasional dalam jangka panjang,” kata Saleh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya