Dark/Light Mode

Pulau Sembur Menyala, Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya untuk HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 21:37 WIB
Semarak Kemerdekaan di Pulau Sembur, Batam. Warga mengikuti upacara HUT ke-81 RI dengan Merah Putih berkibar di tengah pulau. Listrik tenaga surya dari Pertamina NRE turut mendukung perayaan kemerdekaan tersebut.
Semarak Kemerdekaan di Pulau Sembur, Batam. Warga mengikuti upacara HUT ke-81 RI dengan Merah Putih berkibar di tengah pulau. Listrik tenaga surya dari Pertamina NRE turut mendukung perayaan kemerdekaan tersebut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Merah Putih berkibar di tengah Pulau Sembur, Batam. Lagu Indonesia Raya mengalun dari pengeras suara yang sumber listriknya berasal dari matahari.

Sebatang kayu yang tumbuh di pulau itu menjadi tiang bendera. Pemandangan tersebut menjadi bagian dari perayaan yang berbeda bagi masyarakat Pulau Sembur.

Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, warga menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di pulau mereka. Upacara berlangsung sederhana.

Warga berkumpul, sementara para siswa SMP Negeri 49 Batam mengambil peran sebagai petugas upacara. Mereka mengibarkan bendera, membacakan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta menjalankan tugas lainnya.

Bagi para siswa, kesempatan itu bukan sekadar menjalankan tugas sekolah. Mereka menjadi bagian dari sejarah kecil Pulau Sembur, tempat masyarakat untuk pertama kalinya memperingati kemerdekaan dengan dukungan listrik yang tersedia secara lebih kontinu.

“Saya merasa bangga bisa menjadi petugas upacara di Pulau Sembur. Biasanya kami mengikuti upacara di sekolah, tetapi kali ini kami bisa bertugas di sini dan bersama masyarakat merayakan 17 Agustus. Apalagi kami dapat bertugas di depan masyarakat,” ujar Tika, salah satu siswa SMP Negeri 49 Batam.

Baca juga : Atraksi Udara Semarakan Perayaan Kemerdekaan

Di balik perayaan sederhana itu, ada perubahan yang lebih besar. Listrik bagi masyarakat Pulau Sembur bukan hanya soal menyalakan lampu atau peralatan rumah tangga. Kehadirannya membuka ruang bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami belum pernah mengadakan upacara seperti ini di pulau. Tahun ini kami bisa berkumpul bersama dan merayakan 17 Agustus di sini. Ada lomba-lomba juga yang sangat menyenangkan bagi masyarakat, apalagi listrik untuk sound system juga bisa menggunakan tenaga surya,” ujar Rustam, warga Pulau Sembur.

Listrik yang digunakan dalam perayaan itu berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dibangun Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Kementerian Koperasi sebagai bagian dari pengembangan PLTS Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

PLTS Pulau Sembur memiliki kapasitas 1 megawatt peak (MWp), dilengkapi baterai berkapasitas 1 megawatt hour (MWh). Kehadiran pembangkit ini menjadi perubahan penting bagi wilayah yang sebelumnya masih mengandalkan generator set (genset).

Bagi masyarakat, penggunaan genset tidak hanya membatasi aktivitas, tetapi juga membebani ekonomi.

Karena itu, PLTS tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga sekaligus mendukung kegiatan ekonomi melalui koperasi.

Baca juga : Pertamina NRE dan METI Perkuat Ekosistem Energi Terbarukan di Sulawesi Utara

Dukungan itu antara lain diwujudkan melalui pembangunan pabrik es berkapasitas 4 ton per hari dan gudang pendingin atau cold storage.

Fasilitas tersebut diharapkan membantu masyarakat nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus mengembangkan usaha perikanan.

Bagi Pertamina NRE, manfaat energi bersih tidak berhenti ketika listrik berhasil mengalir. Energi harus memberi ruang bagi masyarakat untuk bergerak dan berkembang.

“Bagi kami, energi bukan hanya tentang menghasilkan listrik. Yang lebih penting adalah bagaimana listrik tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung aktivitas mereka. Diharapkan kehadiran listrik secara kontinu dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat Pulau Sembur. Dengan tersedianya fasilitas seperti penyimpan berpendingin (cold storage) dan pembuat es (ice maker), masyarakat nelayan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan lebih baik dan mengembangkan usaha ikannya. Apa yang terjadi di Pulau Sembur hari ini menjadi contoh sederhana bahwa energi bersih dapat hadir dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE.

Pagi itu, manfaat listrik tenaga surya terlihat dalam bentuk yang sederhana. Sound system dapat mengumandangkan Indonesia Raya.

Para siswa dapat menjalankan tugasnya. Warga dapat berkumpul dan mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan perubahan yang lebih berarti.

Baca juga : Kepuasan Stakeholder Pertamina NRE Naik, Indeks Capai 4,30

Matahari yang setiap hari menyinari Pulau Sembur kini juga menjadi sumber energi bagi kehidupan masyarakat.

“Yang kami harapkan bukan hanya listriknya menyala, tetapi masyarakat bisa semakin banyak melakukan kegiatan dan mengembangkan usahanya. Kalau kemudian listrik itu juga bisa digunakan untuk kegiatan seperti upacara hari ini, tentu menjadi hal yang membanggakan bagi kami,” lanjut John Anis.

Upacara akhirnya selesai. Para siswa kembali, sementara warga melanjutkan aktivitas masing-masing. Merah Putih masih berkibar di atas tiang kayu sederhana.

Di bawahnya, Pulau Sembur menyimpan cerita baru: tentang kemerdekaan yang dirayakan dengan cara berbeda dan tentang energi matahari yang perlahan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.