Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kembangkan Potensi Energi Bersih Di Tanah Air
Pertamina NRE Gandeng Perusahaan Energi China
Senin, 19 Januari 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali menunjukkan komitmennya mendukung Pemerintah mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Teranyar, melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd, perusahaan energi asal China, untuk menggarap potensi energi bersih di Tanah Air.
Penandatangan nota kesepahaman tersebut dilakukan di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou, China, pada Rabu (7/1/2026), oleh Chief Executive Officer (CEO) Pertamina NRE John Anis dan Chairman of the Board of GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Zhi Fei.
John Anis mengatakan, kerja sama ini membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia. Langkah ini bagian dari upaya bersama mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional.
Kolaborasi ini, kata John Anis, menunjukkan langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia.
“Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga : Warga DKI Diimbau Tetap Waspadai Cuaca Ekstrem
Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL, untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.
Ia optimistis, kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi.
Serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia.
“Tentunya, hal ini memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional demi mencapai Net Zero Emissions 2060,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengapresiasi upaya Pertamina NRE dalam mengembangkan industri energi baru dan terbarukan di Tanah Air, melalui kolaborasi dengan berbagai mitra global yang berpengalaman di industri tersebut.
Baca juga : Energi MU Hantam City
Dengan begitu, sambung Baron, diharapkan energi baru dan terbarukan dapat mendukung tercapainya target NZE Pemerintah pada 2060, sekaligus mencapai swasembada energi nasional.
Apalagi Pertamina, sambung dia, melalui Pertamina NRE berkomitmen mempercepat pengembangan transisi energi di Indonesia.
“Salah satunya, dengan menggalang kemitraan strategis dengan Pemerintah, industri atau mitra bisnis, akademisi, komunitas dan media,” jelas Baron.
Senada dengan Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Fei Zhi, turut mengapresiasi kunjungan dan kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE.
Menurut Fei Zhi, Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global GCL.
Baca juga : Sabalenka Lolos Ujian Pertama Australian Open
Karenanya, ia berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE.
“Khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT,” tandas Fei Zhi. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya