Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Dorong Pinjaman Bertanggung Jawab, Kredit Pintar Kenalkan Teman Atur Uang
Minggu, 23 Agustus 2026 16:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kredit Pintar mendorong masyarakat tidak hanya mudah mendapatkan akses pendanaan digital, tetapi juga mampu mengelola pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan “Teman Atur Uang”, yang menempatkan pengelolaan keuangan dan perilaku peminjaman yang bertanggung jawab sebagai bagian penting dari perjalanan pengguna.
Kebijakan ini diperkenalkan di tengah pertumbuhan industri fintech lending. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding fintech lending mencapai Rp105,14 triliun per Juni 2026.
Presiden Direktur Kredit Pintar Ronny Kasim mengatakan, pertumbuhan industri tidak cukup hanya diukur dari semakin luasnya akses pembiayaan. Masyarakat juga perlu dibantu agar mampu menentukan kebutuhan, menjaga arus kas, dan menyelesaikan kewajiban secara bertanggung jawab.
“Memberikan akses pembiayaan adalah satu bagian dari peran kami. Namun, peran yang lebih besar adalah membantu masyarakat memahami kapan mereka membutuhkan pendanaan, menentukan jumlah yang sesuai dengan kemampuan, dan tetap memiliki kendali sampai kewajibannya terpenuhi. Inilah yang kami maksud dengan Kredit Pintar sebagai Teman Atur Uang,” kata Ronny dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Menurut dia, semakin mudahnya akses pendanaan digital membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam mengambil keputusan. Pertanyaan yang perlu dijawab bukan sekadar berapa besar pinjaman yang bisa diperoleh, melainkan berapa jumlah yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar.
Pendekatan “Teman Atur Uang” diterapkan melalui tiga prinsip dalam perjalanan finansial pengguna, yakni Jaga Cash Flow, Pahami & Pilih, serta Tetap Terkontrol.
Baca juga : Persib Pinjamkan Hamra Hehanussa ke Garudayaksa
Jaga Cash Flow berarti membantu pengguna menyesuaikan pendanaan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan. Sementara Pahami & Pilih menekankan pentingnya informasi yang jelas agar pengguna dapat memahami konsekuensi pendanaan sebelum menentukan pilihan.
Adapun Tetap Terkontrol diarahkan agar pengguna mampu mengelola kewajiban secara bertanggung jawab hingga pendanaan selesai.
Ketiga prinsip tersebut menjadi bagian dari penerapan responsible lending yang berjalan bersamaan dengan perluasan akses pembiayaan dan upaya menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.
Kredit Pintar menilai pertumbuhan industri tidak hanya dilihat dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari ketepatan pemberian pendanaan dan kemampuan pengguna tetap mengendalikan kondisi keuangannya.
Head of Business and Operations Kredit Pintar Irgo Bachtiar mengatakan, pertumbuhan bisnis, perluasan akses pembiayaan, dan prinsip responsible lending perlu berjalan beriringan.
Hal tersebut disampaikan Irgo dalam sesi diskusi Fintech Lending Days 2026 yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 20-21 Agustus 2026 di Denpasar, Bali.
“Memperluas akses pembiayaan tidak berarti menurunkan kualitas kredit. Kami justru memanfaatkan data dan teknologi untuk memahami kondisi serta kemampuan setiap customer dengan lebih baik, sehingga pendanaan dapat diberikan secara lebih tepat,” ujar Irgo.
Baca juga : Butuh Modal Usaha? Simak Tips Memilih Pinjaman agar Bisnis Makin Berkembang
Menurutnya, responsible lending juga mencakup perlakuan yang bertanggung jawab kepada pengguna, termasuk dalam proses penagihan.
“Responsible lending juga berarti memberikan responsible treatment, termasuk melalui pendekatan collection yang lebih relevan dan empatik,” katanya.
Irgo menambahkan, kualitas pertumbuhan bisnis tidak cukup dilihat dari nilai penyaluran. Perusahaan juga perlu mempertanggungjawabkan pembiayaan yang diberikan dan membantu pengguna tetap memiliki kendali sepanjang perjalanan finansial.
“Responsible borrowing tidak berhenti pada keputusan saat seseorang mengambil pendanaan, tetapi mencakup seluruh perjalanan pengguna, mulai dari memahami kebutuhan dan kemampuan sebelum pendanaan hingga menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.
Dalam proses tersebut, transparansi dinilai menjadi salah satu fondasi penting. Informasi mengenai biaya, tenor, jumlah pembayaran, tanggal jatuh tempo, hingga total kewajiban perlu disampaikan secara jelas.
Dengan informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami konsekuensi keputusan pendanaan dan menyesuaikannya dengan kemampuan finansial masing-masing.
Pembahasan mengenai hal tersebut menjadi bagian dari Fintech Lending Days 2026 yang mempertemukan industri, regulator, dan pelaku ekosistem fintech lending.
Baca juga : AI Dongkrak Layanan, Kredit Pintar Borong Tiga Penghargaan Regional
Forum tersebut menjadi momentum bagi industri untuk melihat perkembangan fintech lending tidak hanya dari sisi pertumbuhan bisnis, tetapi juga manfaat dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
Ronny mengatakan, masa depan pendanaan digital tidak cukup hanya mengandalkan kemudahan akses.
“Masa depan industri juga ditentukan oleh seberapa baik kita membantu masyarakat memahami keputusan finansialnya, meminjam sesuai kemampuan, dan tetap terkendali sampai kewajibannya terpenuhi,” ujarnya.
Melalui “Teman Atur Uang”, Kredit Pintar mendorong pergeseran dari sekadar access to financing menuju responsible financial decision-making. Akses, pemahaman, dan kendali ditempatkan sebagai tiga fondasi dalam perjalanan pendanaan masyarakat.
Kredit Pintar menyebut platformnya telah diunduh lebih dari 36 juta kali. Platform tersebut memiliki rating 4,3 di Google Play Store dan 4,4 di Apple App Store, dengan lebih dari dua juta ulasan pengguna di Indonesia.
Sepanjang 2025, Kredit Pintar mencatat penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Sementara sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang disalurkan telah mencapai lebih dari Rp66 triliun. Kredit Pintar merupakan platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK serta bagian dari Atome Financial.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya