Dark/Light Mode

Indonesia Didorong Perkuat Aliansi Negara Produsen Sawit Global

Rabu, 26 Agustus 2026 11:34 WIB
Foto: BPDP.
Foto: BPDP.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah persaingan perdagangan dan berbagai hambatan akses pasar global, Indonesia didorong memperkuat aliansi dengan negara-negara produsen kelapa sawit.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan posisi tawar, menjaga akses pasar, serta memperkuat daya saing sawit Indonesia di tingkat global.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, penguatan aliansi dengan negara-negara produsen sawit merupakan langkah strategis bagi Indonesia.

Terlebih, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama penyumbang devisa nasional.

“Indonesia perlu membangun aliansi dengan negara produsen lain guna memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, menghadapi hambatan perdagangan, dan menjaga stabilitas pasar sawit global,” kata Saleh di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Baca juga : Industri Sawit Perkuat Perlindungan dan Hak Perempuan Pekerja

Menurut Saleh, Indonesia perlu mengoptimalkan peran Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) atau Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit sebagai wadah untuk menyuarakan kepentingan bersama sekaligus memperkuat posisi komoditas sawit dalam perdagangan global.

Ia berharap, penguatan peran CPOPC dapat menghasilkan langkah bersama dalam berbagai aspek, mulai dari diplomasi perdagangan, penguatan prinsip keberlanjutan, promosi sawit, pengembangan pasar, hingga riset dan inovasi.

“Ini penting karena ekspor sawit Indonesia bernilai lebih dari US$20 miliar per tahun dan memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa nasional,” ujarnya.

Saleh menilai, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah cukup optimal dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara produsen sawit di tingkat global.

Meski demikian, ia mendorong BPDP meningkatkan perannya sebagai katalisator kerja sama internasional dengan mengoptimalkan sumber daya yang berasal dari sektor sawit untuk mendukung berbagai agenda strategis.

Baca juga : BPDP Percepat Peremajaan Sawit Rakyat, Libatkan 187.782 Pekebun

“Dengan demikian, Indonesia bisa memperkuat posisi tawar dalam tata kelola sawit global dan mengamankan sumber devisa nasional dalam jangka panjang,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) CPOPC Musdhalifah Machmud memastikan pihaknya terus memperkuat advokasi sektor sawit di tingkat global sekaligus menyuarakan berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan petani dan pelaku industri sawit.

Ia mengatakan, CPOPC juga menargetkan terciptanya kepastian akses pasar yang stabil bagi negara-negara anggota serta peningkatan persepsi positif masyarakat global terhadap komoditas sawit.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai bentuk kerja sama dan forum diskusi tingkat tinggi yang melibatkan perwakilan pemerintah, institusi, serta organisasi dari berbagai sektor.

“Selain itu, CPOPC terus mengadvokasikan terimplementasinya sistem keberlanjutan di taraf internasional, baik untuk mendorong negara produsen sawit maupun meningkatkan keberterimaan negara konsumen terhadap standar keberlanjutan yang sudah diimplementasikan di negara-negara produsen sawit,” ujarnya.

Baca juga : Sawit Akan Penuhi 60 Persen Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050

Musdhalifah menambahkan, CPOPC juga terus melakukan edukasi dan memperluas penyebaran informasi mengenai manfaat kelapa sawit yang berbasis pada sains, fakta, dan data.

Selain itu, CPOPC mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya yang memiliki latar belakang sektor sawit, untuk turut menyebarluaskan informasi positif mengenai kelapa sawit melalui program Young Elaeis Ambassadors.

Sejak 2023, CPOPC telah bekerja sama dengan 23 anak muda dari berbagai negara produsen dan konsumen sawit sebagai bagian dari program tersebut.

“CPOPC menyadari bahwa anak muda saat ini memiliki pengaruh kuat melalui media sosial. Anak muda juga memiliki ketertarikan tinggi mengenai isu-isu sosial dan progresif, termasuk dalam hal lingkungan hidup,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.