Dark/Light Mode

Prefektur Mie Bidik Wisatawan RI untuk Pengalaman Wisata Lebih Seru di Jepang

Rabu, 2 September 2026 16:37 WIB
Sejumlah agen perjalanan Indonesia mengikuti pertemuan bisnis dengan perwakilan pariwisata Prefektur Mie, Jepang, di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
DOK. Fajar El/RM.ID
Sejumlah agen perjalanan Indonesia mengikuti pertemuan bisnis dengan perwakilan pariwisata Prefektur Mie, Jepang, di Jakarta, Rabu (2/9/2026). DOK. Fajar El/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Jepang mungkin sudah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia. Namun, bagi mereka yang ingin melihat sisi lain Negeri Sakura di luar Tokyo, Osaka, atau Kyoto, Prefektur Mie menawarkan pengalaman yang berbeda.

Wilayah yang berada di kawasan Kansai tersebut kini membidik Indonesia sebagai salah satu pasar pengembangan pariwisata. Sasarannya adalah wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Jepang dan ingin mengenal destinasi dengan pengalaman yang lebih mendalam.

Prefektur Mie dikenal memiliki perpaduan wisata budaya, sejarah, alam, kuliner, hingga atraksi modern. Mulai dari jejak ninja di Iga, sirkuit Formula 1 Suzuka, tradisi penyelam perempuan ama, hingga kuliner Matsusaka Beef.

Direktur Promosi Pariwisata Internasional Pemerintah Prefektur Mie, Fujita Yuichi mengatakan, Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi pengembangan pariwisata Mie.

Jumlah penduduk yang besar, ketertarikan masyarakat terhadap Jepang, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sejumlah pertimbangan.

“Indonesia secara jelas tertulis sebagai pasar pengembangan. Kami ingin membangun hubungan yang kuat di sini,” kata Fujita di sela acara Business Meeting & Seminar of Mie Prefecture di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Untuk memperluas pasar tersebut, Pemerintah Prefektur Mie menggelar pertemuan dengan 36 agen perjalanan Indonesia yang telah memiliki produk wisata Jepang.

Melalui kegiatan itu, para agen diperkenalkan dengan beragam destinasi dan pengalaman yang dapat dimasukkan ke dalam paket perjalanan wisata menuju Jepang.

Fujita mengatakan, Mie tidak hanya menawarkan tempat untuk dikunjungi, tetapi pengalaman yang dapat dirasakan langsung wisatawan.

“Orang-orang yang ingin merasakan dan mengalami Jepang lebih dalam, bukan sekadar kunjungan biasa,” ujarnya.

Baca juga : Busnya Ada Tapi Kapan Datangnya? Membaca Ulang Transportasi Umum Jogja

Salah satu daya tarik utama adalah Suzuka Circuit. Sirkuit ini dikenal sebagai salah satu arena balap paling terkenal di Jepang dan menjadi lokasi penyelenggaraan Formula 1.

Bagi wisatawan pencinta otomotif, Suzuka menjadi pengalaman tersendiri karena menawarkan sisi Jepang yang berbeda dari wisata budaya dan belanja.

Mie juga memiliki Kota Iga yang erat dengan sejarah ninja Jepang. Wisatawan dapat mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya ninja melalui berbagai atraksi yang tersedia di kawasan tersebut.

Destinasi lain yang diperkenalkan adalah Mikimoto Pearl Island. Tempat ini memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan budidaya mutiara dunia.

Di pulau tersebut, Kokichi Mikimoto berhasil membudidayakan mutiara untuk pertama kalinya pada 1893.

Wisatawan dapat mengunjungi museum mutiara sekaligus menyaksikan pertunjukan penyelam perempuan ama yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat pesisir Jepang.

Selain itu, Prefektur Mie memiliki Ise Jingu, salah satu situs suci yang terkenal di Jepang.

Bagi pencinta alam dan perjalanan spiritual, terdapat pula jalur Kumano Kodo yang menawarkan perjalanan menyusuri rute bersejarah dengan panorama alam khas Jepang.

Pilihan wisata lainnya adalah Nabana no Sato yang dikenal dengan taman bunga dan iluminasi musiman.

Mie juga menawarkan pengalaman wisata keluarga, wisata alam, petualangan, hingga pengalaman berkendara.

Baca juga : Pemadaman Karhutla Terkendala Air & Angin

Pada musim dingin, wisatawan dapat menikmati salju di kawasan Gozaisho.

Dari sisi kuliner, Mie memiliki Matsusaka Beef yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan pencinta makanan khas Jepang.

Kunjungan Wisatawan Indonesia Meningkat

Berdasarkan data 2023 yang dipaparkan Fujita, sekitar 3.450 wisatawan Indonesia tercatat menginap di Prefektur Mie.

Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-15 berdasarkan negara asal wisatawan yang menginap di wilayah tersebut.

Menurut Fujita, jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Mie sudah sekitar 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi.

Kondisi itu membuat Pemerintah Prefektur Mie melihat peluang yang masih terbuka untuk meningkatkan jumlah kunjungan dari Indonesia.

Selain wisatawan, Mie juga memiliki hubungan dengan Indonesia melalui keberadaan warga Indonesia yang bekerja di wilayah tersebut.

Fujita mengatakan, masyarakat Indonesia dikenal memiliki karakter yang ramah sehingga turut menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengembangan layanan keramahtamahan bagi wisatawan. Untuk wisatawan Muslim, Prefektur Mie juga mulai menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya penyediaan ruang salat serta informasi mengenai lokasi dan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi wisatawan Indonesia selama menjelajahi berbagai destinasi di Mie.

Baca juga : JS Kunisaki On The Way, Bawa Heli Chinook Jepang Tangani Karhutla Kalimantan

Ke depan, Fujita berharap pertemuan dengan agen perjalanan Indonesia dapat menghasilkan paket wisata yang lebih konkret menuju Prefektur Mie.

Pemerintah Mie juga membuka peluang promosi melalui kolaborasi dengan kreator konten dan influencer untuk memperkenalkan destinasi tersebut kepada masyarakat Indonesia.

Promosi wisata melalui media sosial juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan Mie kepada generasi muda.

Influencer asal Jepang, Nanako, turut membagikan pengalamannya mempromosikan berbagai destinasi dan kuliner Mie melalui platform digital.

Ia menggunakan TikTok, Instagram, dan Reels untuk menyampaikan informasi perjalanan melalui video berdurasi singkat.

“Dalam video berdurasi sekitar satu menit, saya merangkum semua daya tarik tempat tersebut secara padat,” ujar Nanako.

Menurut dia, konten singkat menjadi salah satu cara efektif untuk menjangkau generasi muda yang aktif menggunakan media sosial. Informasi yang dikemas secara ringan dan visual juga dapat memunculkan ketertarikan untuk mengenal destinasi baru.

Nanako mengatakan, konten perjalanan yang ditonton generasi muda bahkan dapat memengaruhi anggota keluarga untuk merencanakan perjalanan bersama.

Saat ini, jumlah pengikut Nanako di berbagai platform media sosial telah mencapai lebih dari 500 ribu orang. Kontennya juga telah menjangkau jutaan pengguna. Melalui media sosial, berbagai sisi Prefektur Mie mulai diperkenalkan kepada calon wisatawan. Bukan hanya sebagai tempat persinggahan, tetapi sebagai pilihan bagi mereka yang ingin mengenal Jepang lebih jauh.

Bagi wisatawan Indonesia yang sudah pernah mengunjungi kota-kota populer di Jepang, Mie tampaknya ingin menawarkan alasan untuk kembali. Kali ini, dengan pengalaman yang sedikit berbeda: menyusuri jejak ninja, menikmati keindahan alam, mencicipi kuliner khas, hingga melihat tradisi Jepang yang masih bertahan sampai sekarang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor